Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Ambon, akan diresmikan pada Kamis, 16 Juli 2026. Proyek gas terbesar di Indonesia ini akan langsung diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Besok iya besok (groundbreaking Blok Masela). Insya Allah Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (14/7/2026).
Kehadiran Presiden Masih Menunggu Keputusan
Bahlil belum dapat memastikan apakah Presiden Prabowo akan hadir langsung di Kepulauan Tanimbar atau meresmikan secara virtual. Ia masih menunggu keputusan dari Prabowo. "Nanti kita lihat ya. Nanti diputuskan Bapak Presiden sendiri," ujar Bahlil.
Nilai Investasi dan Cadangan Blok Masela
Lapangan Abadi Blok Masela berlokasi di lepas pantai Laut Arafura, Maluku. Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis sektor migas dengan nilai investasi mencapai US$ 20,9 miliar atau sekitar Rp 355 triliun. Lapangan gas abadi ini diperkirakan memiliki cadangan gas sebesar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan menjadi salah satu lapangan gas laut dalam terbesar di Indonesia.
Perjalanan proyek ini dimulai pada 16 November 1998 ketika Pemerintah Indonesia menandatangani kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) dengan Inpex Corporation sebagai operator Blok Masela. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2000, Inpex menemukan cadangan gas raksasa di Lapangan Abadi. Pemerintah pun memasukkan Blok Masela dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Target Produksi 2029
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengaku telah mendesak Inpex Masela Ltd agar proyek migas Lapangan Abadi Blok Masela memulai produksi pada 2029. Desakan ini muncul karena ia menemukan adanya 301 sumur konsesi yang sudah menyelesaikan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD), namun tidak kunjung masuk tahap produksi, termasuk Blok Masela.
Tak lama kemudian, Inpex Masela Ltd mulai melakukan tender. Proyek tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027, sementara produksi perdana (on-stream) diperkirakan mulai berlangsung pada 2029. "Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa berproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia," kata Bahlil pada Jumat (26/6/2026).



