Prabowo Hadir Virtual, Minta Maaf Tak Bisa Langsung
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam acara peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7/2026). Kehadirannya hanya dilakukan secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, karena harus mengikuti sejumlah agenda penting yang tidak bisa ditinggalkan di ibu kota.
“Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video conference ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo Akui Punya Utang ke Masyarakat Maluku
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengakui bahwa dirinya memiliki utang kepada masyarakat Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar, karena belum sempat berkunjung ke daerah tersebut. Ia berjanji akan melunasi utang itu dalam waktu dekat.
“Tentunya ini merupakan hutang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insya Allah saya akan melunasi hutang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi,” kata Prabowo.
Proyek Strategis Nasional yang Dinanti Puluhan Tahun
Prabowo menyebut dimulainya pembangunan proyek LNG Abadi Masela sebagai momen bersejarah bagi Indonesia. Proyek ini telah dinanti-nantikan realisasinya selama puluhan tahun.
“Kita dapat berkumpul hari ini dalam suatu momen bersejarah, momen yang sangat penting dalam perjalanan pembangunan bangsa yakni acara groundbreaking proyek strategis nasional di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku,” tutur Prabowo.
Nilai Investasi Rp355 Triliun, Target Produksi 2029
Lapangan Abadi Blok Masela merupakan salah satu PSN di sektor minyak dan gas bumi yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku. Nilai investasinya mencapai US$20,9 miliar atau sekitar Rp355 triliun. Lapangan gas ini diperkirakan memiliki cadangan sekitar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan menjadi salah satu lapangan gas laut dalam terbesar di Indonesia.
Kontrak bagi hasil (PSC) Blok Masela ditandatangani pemerintah dengan Inpex Corporation pada 16 November 1998. Dua tahun kemudian, perusahaan tersebut menemukan cadangan gas raksasa di Lapangan Abadi. Setelah sempat mengalami berbagai penundaan, pemerintah memasukkan Blok Masela ke dalam daftar PSN.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya meminta Inpex Masela Ltd mempercepat pengembangan proyek tersebut agar dapat mulai berproduksi pada 2029. “Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa berproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia,” kata Bahlil pada Jumat (26/6/2026).
Menurut rencana, proyek LNG Abadi Masela akan memasuki tahap konstruksi pada 2027, sedangkan produksi perdana ditargetkan dimulai pada 2029.



