Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek ini merupakan salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan timur Indonesia.
Investasi Raksasa di Sektor Migas
Proyek LNG Abadi Masela berlokasi sekitar 170-180 kilometer di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dikembangkan melalui skema Cost Recovery PSC oleh INPEX Masela Ltd. selaku operator dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 65%, bermitra strategis dengan PT Pertamina (Persero) yang memegang 20% saham dan Petronas dengan 15% saham. Nilai investasi proyek ini mencapai USD 20,9 miliar atau setara dengan lebih dari Rp 300 triliun.
Kapasitas Produksi dan Dampak Ekonomi
Proyek ini dirancang untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional. Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), proyek ini diperkirakan akan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar sekitar USD 137,7 miliar hingga tahun 2055. Selain itu, proyek ini diharapkan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung pada masa konstruksi, serta memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, khususnya di Provinsi Maluku.
Perkembangan Proyek dan Teknologi Ramah Lingkungan
Setelah melalui proses pengembangan selama hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada tahun 1998, proyek ini akhirnya memasuki tahap konstruksi. Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen, melampaui target yang direncanakan. Berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir tahun 2026. LNG Abadi Masela juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor energi yang berdaya saing sekaligus lebih ramah lingkungan untuk mendukung transisi energi nasional.
Manfaat bagi Masyarakat Lokal
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (16/7/2026) menyatakan, "Kehadiran proyek ini juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta membuka kesempatan kerja yang luas dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar."
Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan PSN akan terus dilaksanakan secara terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Proyek ini juga diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, memperkuat industri nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Melalui penguatan ketahanan energi, hilirisasi sumber daya alam, pemerataan pembangunan hingga Indonesia Timur, serta sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, Indonesia diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat daya saing nasional, dan mewujudkan kemakmuran yang dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia," ujar Prasetyo.



