PLN EPI Perkuat Dekarbonisasi dan Transisi Energi Berkelanjutan
PLN EPI Perkuat Dekarbonisasi dan Transisi Energi

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat strategi untuk mendukung proses dekarbonisasi dan transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ketahanan pasokan energi dan kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir yang menjadi lokasi strategis berbagai fasilitas energi.

Peran Strategis PLN EPI dalam Dekarbonisasi

Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI, Muhammad Aminuddin, menegaskan bahwa perusahaan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun, di sisi lain, PLN EPI juga bertanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir yang kaya akan mangrove dan padang lamun sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon.

“PLN EPI memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun, di saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir yang menjadi rumah bagi mangrove dan padang lamun sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon,” ujar Aminuddin dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Rabu (27/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

HSSE Talk #4: Solusi Berbasis Alam untuk Dekarbonisasi

Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026, PLN EPI menyelenggarakan HSSE Talk #4 bertema “Nature-Based Solutions for Decarbonization: Unlocking the Power of Blue Carbon Ecosystems”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 22 Mei 2026 ini diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh insan PLN EPI Group sebagai bagian dari penguatan budaya keberlanjutan perusahaan.

Aminuddin menjelaskan bahwa ekosistem mangrove dan padang lamun memiliki kemampuan menyerap karbon hingga sepuluh kali lebih efektif dibandingkan hutan daratan. Potensi ini menjadikan ekosistem pesisir sebagai salah satu solusi berbasis alam (nature-based solutions/NBS) yang penting dalam mendukung target penurunan emisi nasional dan komitmen net zero emission Indonesia pada tahun 2060.

Integrasi Nature-Positive Strategy dalam Operasional Energi

Menurut Aminuddin, meningkatnya tuntutan regulasi, ekspektasi investor, serta berkembangnya pasar karbon domestik menjadi momentum bagi PLN EPI untuk memperkuat strategi bisnis yang nature positive. Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah.

“PLN EPI perlu memposisikan diri sebagai pelopor integrasi nature-positive strategy dalam operasional energi. Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah,” papar dia.

Kolaborasi dengan Carbon Ethics untuk Rehabilitasi Mangrove

Sementara itu, Senior Business Development Manager CarbonEthics, Farhan Prastiyan, menjelaskan bahwa solusi berbasis alam memiliki potensi besar dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir. Rehabilitasi mangrove, konservasi lahan gambut, hingga pengelolaan pesisir berkelanjutan tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas penyerapan karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis blue economy dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Dalam salah satu proyek rehabilitasi mangrove di Tanjung Pakis, Karawang, PLN EPI bekerja sama dengan Carbon Ethics menjadi bagian dari penanaman mangrove dengan melibatkan komunitas lokal dan menciptakan manfaat bagi ribuan masyarakat pesisir melalui pelatihan, pengembangan UMKM, hingga ekonomi berbasis ekowisata,” jelas Farhan.

Dengan langkah-langkah strategis ini, PLN EPI berkomitmen untuk terus mendorong dekarbonisasi dan transisi energi berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga