KOMPAS.com - Pembukaan kembali Selat Hormuz setelah kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi sinyal penting bagi pasar energi global, termasuk Indonesia. Nota kesepahaman antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian ditandatangani secara digital pada Kamis (18/6/2026) dini hari.
Jalur Strategis Minyak Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur ini menjadi rute utama bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Pembukaan kembali jalur ini memberikan harapan terhadap normalisasi pasokan minyak global setelah berbulan-bulan terganggu oleh konflik dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dampak bagi Indonesia
Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia sangat bergantung pada stabilitas pasokan minyak global. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, harga minyak diperkirakan akan lebih stabil, yang pada gilirannya dapat mengurangi tekanan pada anggaran subsidi energi dalam negeri. Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan ini dan berharap dapat segera memulihkan hubungan dagang dengan negara-negara di kawasan Teluk.



