Kasatgas Tito: Listrik di Sumbar Pulih 100 Persen, Aceh dan Sumut Tinggal 15 Desa
Listrik Sumbar Pulih 100%, Aceh-Sumut Tinggal 15 Desa

Kasatgas Tito: Listrik di Sumbar Pulih 100 Persen, Aceh dan Sumut Hampir Normal

Pemulihan jaringan listrik pascabencana di wilayah Sumatera menunjukkan kemajuan yang signifikan. Menurut laporan terbaru, sebagian besar daerah yang terdampak kini telah kembali menikmati aliran listrik secara normal, dengan hanya sedikit wilayah yang masih mengalami pemadaman.

Perkembangan Pemulihan Infrastruktur Listrik

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa ketersediaan listrik menjadi indikator utama dalam mengukur percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat setelah bencana. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026, Tito menekankan pentingnya elemen-elemen mendasar seperti listrik, bahan bakar, dan sarana komunikasi untuk mendukung pemulihan.

"Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, listrik, kemudian bahan bakar, baik BBM maupun gas, LPG, dan kemudian sarana komunikasi, internet," ucap Tito dalam pernyataannya.

Data Terkini: Hanya 15 Desa yang Belum Terlistriki

Berdasarkan data pemantauan Satgas PRR per 8 Februari 2026, pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan di tiga provinsi terdampak terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Di Provinsi Aceh, masih terdapat 13 desa yang listriknya belum menyala. Sementara itu, di Sumatera Utara, tersisa 2 desa yang listriknya masih padam. Adapun di Sumatera Barat, aliran listrik telah kembali normal secara keseluruhan, mencapai pemulihan 100 persen.

"Kemudian kalau untuk BBM, SPBU maupun gas LPG, umumnya berhasil sudah bagus semua, lancar. Yang perlu dijaga konsistensinya. Demikian juga listrik sebagian besar [sudah pulih]. Saya ulangi, untuk di Sumatera Barat semuanya sudah 100 persen," jelas Tito dengan tegas.

Upaya Berkelanjutan untuk Pemulihan Total

Satgas PRR terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk memastikan seluruh wilayah terdampak segera pulih dan layanan listrik kembali normal sepenuhnya. Koordinasi ini bertujuan untuk mengatasi hambatan yang tersisa, terutama di 15 desa di Aceh dan Sumatera Utara yang masih belum teraliri listrik.

Pemulihan listrik ini tidak hanya penting untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga sebagai fondasi bagi rehabilitasi ekonomi dan sosial pascabencana. Dengan tersedianya listrik, aktivitas perekonomian, pendidikan, dan layanan kesehatan dapat berjalan lebih lancar, mendukung proses pemulihan yang lebih cepat dan berkelanjutan.