Konsorsium Indonesia-China Garap 8 Proyek Sampah Jadi Listrik Tahap Kedua
Konsorsium Indonesia-China Garap 8 Proyek PSEL Tahap Kedua

Jakarta - Sejumlah konsorsium perusahaan Indonesia dan China resmi ditunjuk sebagai mitra pengembang dan pengelola delapan proyek Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua. Pengumuman ini disampaikan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia pada Senin, 13 Juli 2026.

Konsorsium dan Wilayah Proyek

Beberapa konsorsium yang terpilih antara lain kemitraan China Everbright Environment Group Ltd., PT Harmoni Development Indonesia, dan PT Bioregen Enviro Tech untuk proyek PSEL Kabupaten Bekasi. Selain itu, konsorsium PT Chandra Waste Energy dan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc ditunjuk menggarap PSEL Serang Raya.

CEO PT Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir menyatakan, "Keterlibatan perusahaan pengolah sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy/WtE) terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi." Ia menambahkan, "Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dominasi Perusahaan China

Menurut Pandu, dari total delapan proyek PSEL tahap kedua, setidaknya enam di antaranya melibatkan perusahaan China, baik sebagai mitra teknologi maupun pemimpin konsorsium. Tianjin Teda Environmental Protection Co., Ltd. akan bermitra dengan PT Pertamina Power Indonesia dan CITICC International Investment Limited di PSEL Yogyakarta Raya.

"PSEL Bogor Raya 2 akan digarap oleh PT Mega Power Mandiri dan Cevia Enviro Inc, perusahaan WtE asal Provinsi Henan, China," ujar Pandu. Shanghai SUS Environment Co., Ltd., melalui anak usahanya SUS Indonesia Holding Limited, akan terlibat di dua proyek, yakni Lampung Raya dan Surabaya Raya, melalui kemitraan dengan tiga perusahaan lokal.

Proyek Sebelumnya dan Tahapan Seleksi

SUS bukanlah nama baru di industri WtE Indonesia karena perusahaan ini juga tengah menggarap proyek PSEL Kota Makassar. Selain itu, dua perusahaan China lainnya telah ditunjuk dalam seleksi tahap pertama, yaitu Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. di PSEL Denpasar Bali dan Bogor Raya 1, serta Wangneng Environment Co., Ltd. di PSEL Kota Bekasi.

Direktur Investasi DIM sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Danera) Fadli Rahman menjelaskan bahwa seluruh tahap seleksi pemilihan mitra operator PSEL dilakukan secara objektif melalui penilaian kredensial proyek, kemampuan finansial, komitmen jangka panjang, dan pengalaman eksekusi di Indonesia. "Danera merupakan bagian dari Danantara yang berfokus pada pengembangan PSEL. Selanjutnya, masing-masing mitra terpilih wajib memenuhi persyaratan untuk memperoleh Final Letter of Award, termasuk penyusunan studi kelayakan, finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan, penyelesaian dokumen komersial, serta perolehan komitmen pembiayaan," jelas Fadli.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga