Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi akibat dampak asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah kembali ke rumah masing-masing. Kepulangan ini terjadi meskipun api di lokasi kebakaran belum sepenuhnya padam.
Perkembangan Pemadaman dan Kondisi Pengungsian
Proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas gabungan menunjukkan perkembangan positif. Dari total sekitar 15 hektare area yang sempat terbakar, kini hanya tersisa sekitar 5 persen titik api yang masih dalam proses penanganan. Pantauan CNN Indonesia di posko pengungsian Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, menunjukkan seluruh pengungsi telah meninggalkan lokasi. Dapur umum yang sebelumnya beroperasi untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak juga telah ditutup.
Pernyataan Bupati Tangerang
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa warga telah kembali ke rumah karena asap kebakaran sudah tidak lagi mengarah ke kawasan permukiman. "Sampai saat ini kita mendapatkan laporan semuanya sudah kembali ke rumahnya masing-masing sehubungan dengan tidak ada asap yang mengarah ke wilayah barat atau permukiman," ujar Maesyal. Meski demikian, pihaknya masih mewaspadai potensi perubahan arah angin yang dapat membawa asap kembali ke permukiman. Sebab, masih terdapat sejumlah titik api dan asap di sektor barat TPA Jatiwaringin yang terus dipadamkan oleh petugas.
Upaya Pemadaman dan Kewaspadaan
"Ada beberapa titik lagi yang harus kita padamkan. Kita berdoa juga supaya angin tidak terlalu kencang. Kalau angin terlalu kencang biasanya membawa asap sesuai dengan arah angin tersebut," jelas Maesyal. Ia memastikan petugas gabungan akan tetap melanjutkan proses pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar padam. Selain itu, layanan kesehatan bagi warga terdampak tetap berjalan meskipun seluruh pengungsi telah kembali ke rumah. "Untuk pemeriksaan kesehatan, masih terus dilakukan oleh petugas puskesmas untuk door to door ke rumah warga," tambahnya.
Kronologi Kebakaran
Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa, 30 Juni. Hingga hari ke-10, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dengan dukungan armada pemadam kebakaran, alat berat, dan helikopter water bombing untuk memastikan seluruh titik api berhasil dipadamkan.



