Idul Adha Diprediksi Panas, BMKG Imbau Waspada Hujan Lokal
Idul Adha Diprediksi Panas, BMKG Imbau Waspada Hujan

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca pada Hari Raya Idul Adha tahun 2026 akan terasa panas, terutama di wilayah yang mulai memasuki musim kemarau. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi hujan lokal yang dapat terjadi pada sore hingga malam hari.

Prediksi Cuaca Idul Adha 2026

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menyatakan bahwa sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur, diprakirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada periode Mei II-III 2026. Hal ini disampaikan Ida kepada wartawan pada Jumat, 15 Mei 2026.

Meskipun musim kemarau telah tiba, Ida menegaskan bahwa tidak semua wilayah akan sepenuhnya kering tanpa hujan. Berdasarkan analisis BMKG, pada Dasarian III Mei 2026 yang bertepatan dengan periode Lebaran Haji, curah hujan di Indonesia diperkirakan terbagi dalam tiga kategori: tinggi (0,27%), menengah (83,76%), dan rendah (15,97%).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kategori Curah Hujan

  • Curah hujan tinggi (150-300 mm per dasarian): Diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Maluku.
  • Curah hujan menengah (50-150 mm per dasarian): Meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
  • Curah hujan rendah (kurang dari 50 mm per dasarian): Terjadi di wilayah lainnya.

Dengan gambaran tersebut, cuaca pada 27-28 Mei 2026 secara umum berpotensi terasa cukup panas atau terik pada pagi hingga siang hari, terutama di wilayah yang mulai memasuki musim kemarau. Namun, hujan lokal tetap berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari, khususnya di wilayah dengan kelembapan tinggi atau kategori curah hujan menengah hingga tinggi.

Imbauan BMKG

Ida Pramuwardani mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama pada periode Lebaran Haji. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem secara berkala melalui berbagai kanal resmi. Selain itu, langkah antisipatif di lingkungan sekitar juga perlu dilakukan untuk meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah dan aktivitas Idul Adha dengan aman dan nyaman meskipun cuaca panas dan potensi hujan lokal tetap ada.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga