BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia Akhir Februari 2026
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Akhir Februari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam waktu dekat. Lembaga tersebut mengungkapkan adanya kemungkinan hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah daerah pada tanggal 26 hingga 27 Februari 2026.

Kondisi Cuaca Sebelumnya yang Sangat Ekstrem

Sebelum periode peringatan ini, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas yang sangat tinggi hingga ekstrem di berbagai wilayah Indonesia selama periode 20 hingga 23 Februari 2026. Data yang dirilis menunjukkan bahwa curah hujan mencapai level yang mengkhawatirkan di beberapa provinsi.

Rekor Curah Hujan Tertinggi

Menurut rilis resmi dari BMKG, hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dengan angka mencapai 179,7 milimeter per hari. Sementara itu, Jawa Barat juga mengalami kondisi serupa dengan curah hujan sebesar 168,5 milimeter per hari.

Selain dua wilayah tersebut, hujan sangat lebat juga terpantau di beberapa daerah lain di Indonesia. Nusa Tenggara Timur mencatat curah hujan 127,7 milimeter per hari, Banten mencapai 111,6 milimeter per hari, dan Sulawesi Selatan tercatat sebesar 101,0 milimeter per hari.

Peringatan untuk Masyarakat

Dengan adanya potensi hujan lebat dan angin kencang yang diprediksi terjadi pada akhir Februari 2026, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini dapat menimbulkan berbagai risiko, termasuk banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur akibat angin kencang.

Masyarakat di daerah yang berpotensi terdampak disarankan untuk memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG. Kesiapsiagaan dan langkah-langkah pencegahan dini sangat penting untuk mengurangi dampak negatif dari bencana alam yang mungkin terjadi.

Dampak Potensial dari Cuaca Ekstrem

  • Peningkatan risiko banjir di daerah dataran rendah dan wilayah dengan drainase buruk.
  • Potensi tanah longsor di daerah perbukitan dan lereng yang curam.
  • Gangguan transportasi akibat angin kencang dan hujan deras.
  • Kerusakan pada bangunan dan infrastruktur publik.

BMKG terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan akan memberikan update informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti arahan dari pihak berwenang dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.