Harga BBM Malaysia Naik 20 Sen per Liter, BBM Bersubsidi Tetap
BBM Malaysia Naik 20 Sen, Subsidi Tetap

Kementerian Keuangan Malaysia mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik sebesar 20 sen ringgit Malaysia per liter untuk periode 30 Juli hingga 5 Agustus 2026. Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan pada periode yang sama.

Penyebab Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh pergerakan pasar minyak global selama seminggu terakhir. Menurut pernyataan resmi Kementerian Keuangan, konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama peningkatan harga minyak mentah dunia. Fluktuasi harga minyak global secara langsung berdampak pada harga eceran BBM nonsubsidi di Malaysia karena tidak mendapat perlindungan subsidi pemerintah.

"Harga produk minyak bumi nonsubsidi dipengaruhi oleh pergerakan pasar minyak global, termasuk eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah," demikian bunyi pernyataan Kementerian Keuangan Malaysia, seperti dikutip dari Kompas.com.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak pada Konsumen dan Ekonomi

Kenaikan harga BBM nonsubsidi sebesar 20 sen per liter diperkirakan akan membebani pengguna kendaraan pribadi yang tidak memenuhi syarat subsidi. Namun, pemerintah masih mempertahankan subsidi untuk BBM jenis tertentu guna menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini juga berpotensi memicu inflasi sektor transportasi dan logistik dalam jangka pendek.

Kelompok pengamat energi mencatat bahwa Malaysia mengikuti mekanisme penetapan harga mingguan yang disesuaikan dengan harga pasar. Kenaikan ini menjadi yang pertama dalam beberapa minggu terakhir setelah periode stabil. Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pasar global dan menyesuaikan kebijakan harga BBM sesuai kondisi.

Perbandingan dengan Harga Sebelumnya

Meski tidak dirinci secara spesifik, kenaikan 20 sen per liter merupakan kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Untuk konteks, harga BBM nonsubsidi di Malaysia biasanya lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura atau Indonesia, namun lebih tinggi dari harga bersubsidi. Konsumen diimbau untuk mengantisipasi potensi kenaikan lanjutan jika konflik AS-Iron terus berlanjut.

Kementerian Keuangan juga mengingatkan bahwa harga BBM bersubsidi tidak berubah untuk melindungi kelompok rentan. Kebijakan ini diambil sebagai bantalan sosial di tengah tekanan ekonomi global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga