Barito Renewables Energy, perusahaan energi terbarukan yang dikendalikan miliarder Indonesia Prajogo Pangestu, dikabarkan mengajukan penawaran untuk mengakuisisi Energy Development Corp. (EDC), perusahaan panas bumi terbesar di Filipina. Nilai penawaran tersebut mencapai 5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 90 triliun (kurs Rp 18.000 per dollar AS).
Penawaran Indikatif dari First Gen Corp.
Penawaran itu pertama kali diungkap oleh First Gen Corp., pemegang saham terbesar EDC yang berbasis di Manila, Filipina. Dalam keterangannya pada Selasa (14/7/2026), First Gen menyebut penawaran tersebut masih bersifat indikatif, tidak diminta (unsolicited), dan tidak mengikat, serta masih bergantung pada proses uji tuntas (due diligence) dan berbagai persetujuan yang diperlukan.
Prospek Akuisisi dan Dampaknya
Jika akuisisi ini terwujud, Barito Renewables akan menguasai salah satu perusahaan panas bumi terbesar di Asia Tenggara. EDC memiliki kapasitas terpasang panas bumi sekitar 1.200 megawatt, menjadikannya pemain kunci dalam transisi energi di Filipina. Langkah ini juga sejalan dengan strategi Barito Renewables untuk memperluas portofolio energi terbarukan di kawasan.
Namun, proses akuisisi masih panjang. First Gen menekankan bahwa penawaran tersebut belum mengikat dan masih memerlukan due diligence serta persetujuan regulator di Filipina dan Indonesia. Belum ada tanggapan resmi dari manajemen Barito Renewables maupun Prajogo Pangestu terkait kabar ini.



