Fitur PayLater yang ditawarkan oleh berbagai platform e-commerce dan fintech semakin marak digunakan masyarakat. Kemudahan bertransaksi dengan sistem bayar nanti ini memang menggiurkan, namun di sisi lain juga berpotensi memicu perilaku belanja impulsif. Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Catur Sugiarto, memberikan beberapa tips untuk mengelola keuangan agar tidak terjebak dalam utang akibat penggunaan PayLater.
Kenali Risiko PayLater
Dr. Catur menjelaskan bahwa PayLater pada dasarnya adalah kredit jangka pendek yang memungkinkan konsumen membeli barang atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya di kemudian hari. Kemudahan ini seringkali membuat pengguna lupa diri dan cenderung membeli barang di luar kebutuhan. "PayLater memang praktis, tetapi jika tidak bijak, bisa menjerumuskan ke dalam lilitan utang yang memberatkan," ujarnya dalam sebuah webinar.
Tips Mengelola Keuangan agar Tidak Impulsif
Berikut adalah beberapa tips yang disarankan oleh Dr. Catur:
- Buat Anggaran Bulanan: Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Tentukan alokasi dana untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Dengan adanya anggaran, Anda bisa mengontrol pengeluaran dan menghindari pembelian impulsif.
- Gunakan PayLater untuk Kebutuhan Produktif: Alih-alih membeli barang konsumtif seperti fashion atau gadget terbaru, gunakan PayLater untuk hal-hal yang lebih produktif, misalnya membeli buku, kursus online, atau peralatan kerja. Dengan demikian, utang yang diambil memiliki nilai manfaat jangka panjang.
- Batasi Limit PayLater: Jangan tergiur dengan limit besar yang ditawarkan. Atur limit sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Semakin kecil limit, semakin kecil pula risiko berbelanja berlebihan.
- Bayar Tepat Waktu: Usahakan selalu membayar tagihan PayLater sebelum jatuh tempo. Keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda dan bunga yang bisa membengkak. Selain itu, keterlambatan juga bisa mempengaruhi skor kredit Anda.
- Evaluasi Pengeluaran Secara Berkala: Luangkan waktu setiap minggu atau bulan untuk mengevaluasi pengeluaran. Cek apakah ada pembelian yang sebenarnya tidak perlu. Jika ada, jadikan sebagai pembelajaran untuk lebih bijak di masa depan.
Dampak Negatif PayLater
Dr. Catur juga mengingatkan bahwa penggunaan PayLater yang tidak terkendali dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti:
- Meningkatnya beban utang yang pada akhirnya mengganggu stabilitas keuangan pribadi atau keluarga.
- Memicu gaya hidup konsumtif yang sulit dihentikan.
- Menimbulkan stres karena tekanan finansial akibat tagihan yang menumpuk.
Kesimpulan
PayLater bukanlah alat pembayaran yang buruk selama digunakan dengan bijak. Kuncinya ada pada disiplin diri dan perencanaan keuangan yang matang. Dengan menerapkan tips dari dosen UGM tersebut, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan kemudahan PayLater tanpa harus terjebak dalam masalah utang. Ingatlah bahwa setiap keputusan finansial yang diambil hari ini akan berdampak pada masa depan Anda.



