Kebijakan WFA Diterapkan untuk Atasi Kepadatan Arus Balik Mudik Lebaran
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan resmi menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) pada tanggal 25 hingga 27 Maret 2026. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi penumpukan arus balik pemudik pada H+4 Lebaran, yang jatuh pada Rabu 25 Maret 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penerapan WFA diharapkan dapat mendistribusikan kepulangan pemudik secara lebih merata. "Dengan pemberlakuan WFA 25, 26, dan 27 Maret diharapkan arus balik tidak menumpuk pada H+4 atau Rabu 25 Maret pada saat cuti bersama telah selesai," jelas Dudy dalam rapat bersama Komisi V DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Prediksi Jumlah Pemudik dan Dominasi Mobil Pribadi
Berdasarkan data yang dipaparkan, pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 143,91 juta orang, setara dengan 50,60% populasi Indonesia. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 1,75% dibandingkan survei tahun 2025 yang memperkirakan 146 juta pemudik.
"Namun dalam realisasinya, jumlah pergerakan pada tahun 2025 justru mencapai 145 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei," tambah Dudy.
Secara nasional, moda transportasi yang paling banyak digunakan tetap adalah mobil pribadi, dengan perkiraan 76,24 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 50,63 juta orang diperkirakan akan memanfaatkan jalan tol untuk perjalanan mudik mereka.
Berikut adalah rincian moda transportasi mudik berdasarkan prediksi:
- Mobil pribadi: 76,24 juta orang
- Sepeda motor dan bus: menempati posisi berikutnya
- Pengendara sepeda motor yang memilih jalur alternatif: 8,65 juta orang
Dudy mengingatkan bahwa pemilihan jalur alternatif oleh pengendara sepeda motor berpotensi meningkatkan kepadatan pada ruas arteri dan jalan penghubung antar wilayah.
Distribusi Asal dan Tujuan Pemudik
Analisis pergerakan pemudik menunjukkan pola yang cukup konsisten dari tahun ke tahun. Jawa Barat menjadi daerah asal pergerakan terbesar dengan sekitar 30,97 juta orang, diikuti oleh DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Sementara itu, tujuan utama arus mudik adalah Jawa Tengah yang diprediksi akan menerima 38,71 juta pemudik, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Barat.
Pada tingkat kabupaten/kota, wilayah dengan penduduk padat mendominasi sebagai daerah asal perjalanan:
- Jakarta Timur: 2,56 juta orang
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Bekasi
Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di wilayah Jawa Tengah.
Pergerakan Khusus di Wilayah Jabodetabek
Dalam lingkup Jabodetabek, pola pergerakan menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor menjadi daerah asal terbesar dengan 5,35 juta orang, diikuti oleh Kabupaten Tangerang. Provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek tetap Jawa Tengah, mengikuti pola nasional.
Kebijakan WFA yang diterapkan pemerintah diharapkan tidak hanya mengurangi kepadatan arus balik pada H+4 Lebaran, tetapi juga memberikan fleksibilitas bagi pekerja yang melakukan perjalanan mudik. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menyeluruh pemerintah dalam mengantisipasi mobilitas massal selama periode lebaran 2026.
