Truk Terguling Depan Gedung DPR, Rute TransJ Koridor 9 Dialihkan Imbas Macet
Insiden truk terguling di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Gedung DPR/MPR RI, telah menyebabkan gangguan signifikan pada lalu lintas dan layanan transportasi umum di Jakarta. Kejadian ini terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026, sekitar pukul 05.30 WIB, dan berdampak langsung pada operasional TransJakarta, khususnya koridor 9 yang melayani rute Pinang Ranti-Pluit.
Pengalihan Rute dan Keterlambatan Bus
Akibat kemacetan yang parah di sekitar lokasi kejadian, TransJakarta terpaksa mengalihkan rute koridor 9. Melalui akun resmi X, pihak TransJakarta mengumumkan bahwa operasional bus arah Pluit dilakukan sebagian, dengan beberapa bus via Tol Petamburan tidak melayani Halte Gerbang Pemuda hingga Jembatan Tiga. Situasi ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi ribuan penumpang harian yang bergantung pada layanan tersebut.
Selain pengalihan rute, beberapa bus TransJakarta juga mengalami keterlambatan kedatangan. Koridor 9 dan rute seperti 1W, 3F, 9A, 10H, T31, serta S61 terdampak langsung oleh insiden ini. Keterlambatan ini diperkirakan berlangsung hingga situasi lalu lintas kembali normal, yang membutuhkan waktu karena proses evakuasi truk dan pembersihan tumpahan solat di jalan.
Dampak Lalu Lintas dan Penanganan Petugas
Menurut laporan TMC Polda Metro Jaya, truk yang terguling tersebut terlihat melintang di jalan depan Gedung DPR arah Slipi, menyebabkan arus lalu lintas macet dan ramai cenderung padat menjelang lokasi. Petugas gabungan dari Polri dan Dishub dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan di area tersebut.
Dari video yang dibagikan TMC Polda Metro Jaya, terlihat kendaraan seperti motor melintas di sisi kiri jalan, sementara truk dan mobil lainnya terpaksa menggunakan jalur busway akibat jalan yang tertutup. Insiden ini mengganggu mobilitas di salah satu arteri utama ibu kota, yang sudah sering mengalami kepadatan lalu lintas.
Imbas pada Layanan Transportasi Umum
Pengalihan rute TransJakarta koridor 9 tidak hanya memengaruhi penumpang bus, tetapi juga menambah beban pada moda transportasi lain di sekitarnya. Penumpang yang biasanya turun di halte yang tidak dilayani harus mencari alternatif, seperti berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum lainnya, yang dapat meningkatkan risiko kemacetan lebih lanjut.
Pihak TransJakarta terus memantau situasi dan memberikan pembaruan informasi kepada publik melalui media sosial. Masyarakat diimbau untuk memeriksa rute alternatif dan bersabar selama proses penanganan insiden. Diharapkan, dengan upaya petugas, lalu lintas dapat segera pulih dan layanan TransJakarta kembali normal dalam waktu dekat.



