TransJakarta Reaktivasi Rute 10C untuk Dukung Mudik Laut Menuju Pelabuhan Tanjung Priok
TransJakarta atau PT Transportasi Jakarta secara resmi mereaktivasi layanan armada pada rute 10C yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tanjung Priok. Layanan shuttle khusus ini diperuntukkan bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi laut. Rute ini akan beroperasi mulai tanggal 13 hingga 29 Maret 2026 guna mendukung aktivitas penumpang, terutama yang menuju ke pelabuhan terbesar di Jakarta tersebut.
Penyesuaian Operasional Sesuai Jadwal Kedatangan Kapal
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa reaktivasi ini dilaksanakan dengan menyesuaikan waktu operasional berdasarkan jadwal kedatangan kapal. "Reaktivasi dengan waktu operasional menyesuaikan jadwal kedatangan kapal," ujarnya seperti dilansir dari Antara pada Selasa, 17 Maret 2026. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan layanan yang optimal bagi penumpang yang tiba atau berangkat melalui pelabuhan.
Perpanjangan Layanan dan Operasi 24 Jam untuk Stasiun
Sementara itu, bagi penumpang yang menuju stasiun kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026, TransJakarta melakukan perpanjangan rute-rute layanan yang melintasi stasiun penting seperti Gambir dan Pasar Senen. Perpanjangan ini berlaku hingga pukul 23.59 WIB pada periode 25 hingga 29 Maret 2026. "Di sisi lain, layanan Angkutan Malam Hari (AMARI) dioperasikan 24 jam dan tetap tersedia di koridor-koridor utama," tambah Welfizon. Koridor utama yang dimaksud meliputi Koridor 2, 3, 4, 5, 7, 8, 10, 11, 12, dan 14.
Rute Bantuan untuk Terminal di Jakarta
Pada tanggal 25 hingga 27 Maret 2026, TransJakarta juga akan membuka rute bantuan dengan kode EID1 hingga EID5. Rute-rute ini menghubungkan Terminal Pulo Gebang ke berbagai terminal lain di Jakarta, yaitu Senen, Tanjung Priok, Kampung Rambutan, Pasar Minggu, dan Kalideres. Operasional rute bantuan ini berlangsung pada pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. "Penyesuaian pola operasi layanan ini dilakukan dalam rangka menjamin keselamatan, kelancaran, serta mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran Tahun 2026 M/1447 H," jelas Welfizon lebih lanjut.
Konteks Perayaan Keagamaan yang Berdekatan
Kebijakan reaktivasi dan penyesuaian layanan TransJakarta ini terjadi dalam konteks perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026, dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang dijadwalkan pada Sabtu, 21 Maret 2026, dan Minggu, 22 Maret 2026. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama menjelang kedua perayaan besar yang berdekatan waktunya ini. "Tahun ini, perayaan Nyepi hampir bersamaan, berdekatan dengan perayaan Idulfitri. Mudah-mudahan perayaan Nyepi maupun perayaan Idulfitri berlangsung dengan baik," kata Pramono pada Minggu, 15 Maret 2026.
Dukungan untuk Arus Mudik yang Terkendali
Upaya TransJakarta ini juga sejalan dengan laporan dari Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) yang menyebutkan bahwa sekitar 25 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta pada Minggu, 15 Maret 2026, atau hari ketiga Operasi Ketupat 2026. Kepala Korlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa kondisi arus lalu lintas hingga Minggu siang masih cukup terkendali dan belum terlihat kepadatan yang signifikan. Namun, ia mengakui adanya kepadatan antrean di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang diantisipasi dengan koordinasi bersama Kementerian Perhubungan untuk menambah kapal penyeberangan.
Dengan berbagai penyesuaian layanan ini, TransJakarta berkomitmen untuk mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan mudik Lebaran 2026, khususnya bagi para pemudik yang memanfaatkan transportasi laut melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memfasilitasi pergerakan masyarakat selama periode liburan dan perayaan keagamaan yang padat.
