Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh 121 Menit
Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Beroperasi

Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Resmi Mengaspal, Waktu Tempuh 121 Menit dengan 23 Titik Pemberhentian

Layanan bus Transjabodetabek rute Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) telah resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Peluncuran ini dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2026, di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara langsung meresmikan operasional layanan baru tersebut.

Estimasi Waktu dan Jarak Tempuh

Menurut Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Hermawan, perjalanan dari Blok M ke Bandara Soetta diperkirakan memakan waktu sekitar 121 menit. Panjang lintasan yang harus ditempuh bus mencapai 65,1 kilometer, menjadikannya salah satu rute Transjabodetabek yang cukup panjang. "Untuk estimasi perjalanan diperkirakan 121 menit, Pak. Ini kita persiapkan panjang lintasan 65,1 km," jelas Ujang dalam pernyataannya di Terminal Blok M.

Rincian Titik Pemberhentian dan Armada

Layanan ini dirancang untuk menjangkau lebih banyak penumpang dengan menyediakan total 23 titik pemberhentian. Rinciannya meliputi 13 halte di wilayah Jakarta dan 10 titik bus stop di luar Jakarta, yang dihitung untuk perjalanan pulang-pergi. Berikut adalah daftar lengkap titik pemberhentian untuk rute SH2 Blok M–Bandara Soetta:

  • Rute Blok M-Bandara Soetta: Blok M Jalur 6, Bundaran Senayan 2, FX Sudirman, Gelora Bung Karno 2, DPR MPR 1, DPR MPR 2, Sbr. Sowan Wisata Belanja, Jl. Cengkareng Golf Club 1, Soewarna Foodhall 1, Jl. Cengkareng Golf Club 3, Terminal Kargo 1, Terminal Kargo 2, Perkantoran Soekarno-Hatta.
  • Rute Bandara Soetta-Blok M: Perkantoran Soekarno-Hatta, Stasiun KA Bandara, Imigrasi SHIA, Bundaran Cargo, Sekolah Ibu Pertiwi, Swadaya Slipi, Perpustakaan Riset BPK, Sbr. DPR MPR 1, Gelora Bung Karno 1, Summitmas, Bundaran Senayan 1, Blok M Jalur 6.

Untuk mendukung operasional, tersedia 14 unit bus yang akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Interval keberangkatan bus diperkirakan berkisar antara 10 hingga 20 menit, sehingga penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama.

Tarif Promosi dan Evaluasi Ke Depan

Dalam rangka menyambut Idulfitri dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum, Pemprov DKI Jakarta menetapkan tarif promosi sebesar Rp3.500 untuk tiga bulan pertama. "Seperti yang tadi saya sampaikan, untuk rute SH2 Blok M ini, Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama 3 bulan, terutama dalam rangka menyambut Idulfitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp 3.500 selama 3 bulan ini," ujar Pramono Anung.

Setelah masa promosi berakhir, tarif akan dievaluasi karena beban operasional dan subsidi dinilai cukup besar. Pramono menyebutkan bahwa tarif kemungkinan akan dinaikkan menjadi antara Rp10.000 hingga Rp15.000. "Setelah itu, kami akan melakukan evaluasi karena memang bebannya cukup berat dan subsidinya terlalu besar. Kami akan menaikkan angkanya di rentang antara Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000," tambahnya.

Tujuan Pengurangan Kendaraan Pribadi

Peluncuran rute ini bertujuan untuk mengurangi dominasi kendaraan pribadi menuju bandara, yang saat ini mencapai 70–80 persen dari total penumpang. Dengan jumlah pengguna Bandara Soekarno-Hatta sekitar 54,9 juta orang per tahun, Pramono berharap layanan ini dapat mengalihkan sebagian besar penumpang ke transportasi umum. "Kita tahu bersama bahwa masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi ketika mereka akan bepergian menggunakan airport, itu antara 70 sampai 80 persen menggunakan kendaraan pribadi," katanya.

Pada tahap awal, layanan ini diperkirakan mampu melayani sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang per hari. Dengan adanya rute baru ini, diharapkan kemacetan di sekitar bandara dapat berkurang dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.