Anggota DPR PKS Soroti Dampak Tiket Pesawat Mahal pada Pendidikan dan Kesehatan
Tiket Pesawat Mahal Hambat Pendidikan dan Kesehatan

Anggota DPR PKS Soroti Dampak Tiket Pesawat Mahal pada Pendidikan dan Kesehatan

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menekankan bahwa tiket pesawat yang mahal tidak hanya menjadi masalah bisnis, tetapi juga berdampak luas pada aspek pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat membahas kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi mudik Lebaran 2026 di Senayan, Jakarta, pada Rabu (11/3/2026).

Transportasi Udara sebagai Kebutuhan Utama

Saadiah menjelaskan bahwa transportasi udara memiliki peran strategis dalam membuka akses ekonomi daerah dan mendorong pertumbuhan pariwisata. Ia menegaskan bahwa pesawat bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi banyak masyarakat.

"Ketika tiket mahal, akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi ikut terhambat," ujar Saadiah. Ia menambahkan bahwa hal ini juga menjadi faktor penyebab tingginya harga barang di wilayah Indonesia bagian Timur dan Tengah.

Rekomendasi untuk Keterjangkauan Tarif

Lebih lanjut, Saadiah memberikan beberapa rekomendasi untuk meningkatkan keterjangkauan tarif tiket pesawat, antara lain:

  • Mendorong pemerintah memastikan kebijakan penurunan komponen biaya, seperti pajak dan tarif bandara, benar-benar sampai ke konsumen secara utuh.
  • Menghapuskan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) avtur untuk penerbangan domestik guna menekan biaya operasional maskapai.
  • Melakukan pengawasan yang lebih humanis namun tegas terhadap penyerapan tarif batas atas pada rute padat.

Ia menekankan bahwa pengawasan yang ketat diperlukan agar tiket tidak membebani masyarakat, terutama dengan adanya wacana penurunan harga yang sedang dibahas.

Dampak pada Ekonomi Regional

Saadiah juga menyoroti bahwa mahalnya tiket pesawat berkontribusi pada tingginya harga barang di Indonesia Timur. "Salah satu alasan mengapa harga barang di wilayah tersebut selalu tinggi adalah terkait dengan transportasi," jelasnya.

Dalam rapat yang dihadiri Menteri Perhubungan Duddy Purwagandhi ini, Saadiah mengingatkan bahwa transportasi pesawat udara seharusnya tidak dianggap sebagai moda transportasi elite, melainkan sebagai kebutuhan masif yang vital bagi masyarakat.