Polri Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 pada 24 dan 28-29 Maret
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengeluarkan prediksi resmi mengenai puncak arus balik Lebaran 2026. Menurut perkiraan, puncak arus balik akan terjadi pada dua periode utama, yaitu tanggal 24 Maret 2026 serta tanggal 28 hingga 29 Maret 2026. Masyarakat yang merencanakan perjalanan pulang setelah libur Lebaran diminta untuk mengatur waktu dengan bijak agar terhindar dari penumpukan kendaraan yang berpotensi menyebabkan kemacetan parah.
Imbauan Polri untuk Mengurangi Kepadatan
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, menekankan pentingnya strategi perjalanan bertahap. Ia mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan skema Work From Anywhere (WFA) yang memungkinkan perjalanan arus balik dilakukan secara bertahap, sehingga tidak menumpuk dalam satu waktu yang sama. "Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kebijakan WFA ini agar arus balik berlangsung lebih lancar dan terkendali," ujar Marupa dalam keterangan resminya pada Minggu, 22 Maret 2026.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa diskon tarif tol pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pemudik memilih waktu perjalanan di luar puncak, sehingga membantu mengurai kepadatan di jalan tol. "Manfaatkan diskon tarif tol pada 26-27 Maret agar perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kemacetan," tambah Marupa.
Kondisi Operasi Ketupat 2026 dan Data Kecelakaan
Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-10 dilaporkan berjalan aman dan kondusif. Tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dalam periode pengawasan intensif dari 21 Maret pukul 18.00 WIB hingga 22 Maret pukul 06.00 WIB.
Meski demikian, angka kecelakaan lalu lintas selama masa mudik masih cukup mengkhawatirkan. Data yang tercatat menunjukkan:
- Total 292 kejadian kecelakaan
- 8 orang meninggal dunia
- 60 orang mengalami luka berat
- 489 orang mengalami luka ringan
- Kerugian materiil mencapai lebih dari Rp206 juta
Pergerakan kendaraan juga tetap tinggi, dengan sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar dari Jakarta hingga Minggu pagi, atau sekitar 56,9 persen dari total proyeksi arus mudik.
Peringatan Keselamatan di Lokasi Wisata
Polri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat berwisata di lokasi air seperti pantai dan sungai selama liburan Lebaran. "Kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, khususnya di area wisata air," kata Marupa. Ia meminta pengelola tempat wisata untuk memperhatikan kapasitas angkut dan standar keamanan demi menjamin keselamatan pengunjung. "Pengelola dan masyarakat harus bersama-sama memastikan aktivitas wisata berjalan aman dan nyaman," tandasnya.
Dengan prediksi puncak arus balik yang telah diumumkan, diharapkan masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang, memanfaatkan kebijakan yang ada, dan tetap mengutamakan keselamatan di jalan maupun di tempat wisata.



