Warga Mulai Mudik Lebaran Lebih Awal Usai Kalah Perang Tiket Kereta Api
Mudik Lebaran Lebih Awal Karena Kalah Perang Tiket Kereta

Stasiun Pasar Senen Mulai Ramai, Warga Mudik Lebaran Lebih Awal Karena Kalah Perang Tiket

Suasana Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat mulai terlihat ramai oleh para pemudik Lebaran pada siang hari ini. Di antara kerumunan penumpang, terdapat sejumlah warga yang memutuskan untuk memulai perjalanan mudik lebih awal dari rencana semula. Alasan utamanya adalah kekalahan dalam perebutan tiket kereta api yang semakin ketat menjelang hari raya Idul Fitri.

Kisah Mahmud: Dari Blitar dengan Izin Atasan

Salah satu pemudik tersebut adalah Mahmud, warga asli Blitar. Awalnya, dia berencana untuk mudik sekitar lima hari sebelum Lebaran tiba. Namun, rencana itu harus berubah setelah dia hanya berhasil mendapatkan tiket kereta dengan tanggal keberangkatan yang lebih awal.

"Biasanya saya mudik itu kurang lima hari atau tiga hari sebelum Lebaran. Tapi kali ini dapat tiketnya masih lama sebelum hari H, ya sudah tidak apa-apa," ujar Mahmud saat ditemui di Stasiun Pasar Senen pada Rabu, 11 Maret 2026.

Sebelum memutuskan untuk berangkat, Mahmud terlebih dahulu berbicara dengan atasannya di tempat kerja untuk meminta izin mudik duluan. Atasannya pun memberikan izin dengan baik hati.

"Sebelum dapat tiket, saya sudah ngomong dulu ke bos: 'Pak, ini dapat tiket tanggal sekian, boleh pulang nggak?' Dia bilang: 'Ya udah, nggak apa-apa.' Jadi saya berangkat saja," cerita Mahmud.

Mahmud juga menjelaskan alasan dirinya tetap memilih menggunakan kereta api meskipun harus berangkat lebih awal. Menurutnya, opsi transportasi lain seperti bus dinilai lebih mahal dari segi biaya.

"Kalau naik bus itu mahal, jadi lebih baik kereta saja," katanya.

Dia berencana menghabiskan waktu sekitar sepuluh hari di kampung halamannya di Blitar untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

Pengalaman Kayfa: Atlet yang Sudah Siap Sejak Sebelum Ramadan

Berbeda dengan Mahmud, Kayfa yang berasal dari Tulungagung memang sudah merencanakan mudik lebih awal. Sebagai seorang atlet, dia memanfaatkan masa libur latihan yang diberikan oleh klubnya dalam rangka menyambut Lebaran.

"Karena ada libur jadwal untuk Lebaran, jadi diliburkan dan boleh pulang ke kampung," kata Kayfa di lokasi yang sama.

Kayfa mengaku sudah memesan tiket keretanya sejak sebelum bulan Ramadan dimulai. Saat itu, dia menyebut masih banyak kursi yang tersedia sehingga tidak mengalami kesulitan dalam pembelian.

"Saya dapat tiketnya sebelum puasa, Mas. Waktu itu masih kosong, masih banyak banget tiketnya," ungkapnya.

Fenomena mudik lebih awal ini menunjukkan dinamika persiapan masyarakat menyambut Lebaran, di mana perebutan tiket transportasi menjadi tantangan tersendiri. Bagi sebagian orang, keputusan untuk berangkat duluan menjadi solusi praktis menghadapi keterbatasan tiket dan pertimbangan ekonomis.