Banjir Rendam Sembilan RW di Ciracas Akibat Luapan Kali Cipinang
Banjir kembali melanda wilayah Ciracas, Jakarta Timur, dengan luapan Kali Cipinang merendam sembilan rukun warga (RW). Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Sabtu, 21 Maret 2026, menyebabkan genangan air yang awet dan memerlukan evakuasi warga rentan.
Penyebab dan Dampak Banjir
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengonfirmasi bahwa banjir disebabkan oleh hujan deras sejak sore hari. "Volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok cukup besar, sehingga menyebabkan Kali Cipinang meluap," ujarnya pada Minggu (22/3/2026). Air mulai meluap sekitar pukul 18.30 WIB, namun berbeda dari biasanya, genangan belum surut hingga pukul 22.00 WIB.
Panangaran menduga hal ini akibat tingginya debit air kiriman dari hulu dan kapasitas kali yang tidak memadai. Wilayah terdampak tersebar di empat kelurahan yang dilintasi Kali Cipinang:
- Kelurahan Cibubur: RW 05 dan RW 06
- Kelurahan Kelapa Dua Wetan: RW 02, RW 09, dan RW 11
- Kelurahan Ciracas: RW 04 dan RW 05
- Kelurahan Rambutan: RW 01 dan RW 03
Evakuasi Warga Rentan
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan evakuasi terhadap warga yang paling berisiko. "Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga seperti balita, lansia, ibu hamil, dan yang sakit," jelas Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria.
Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi, termasuk enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, dan dua warga sakit. Ketinggian banjir di beberapa titik mencapai 1,7 meter, seperti di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03, Kelurahan Cibubur, yang membahayakan keselamatan. Selain itu, enam warga lain dievakuasi di wilayah Cibubur dengan ketinggian air sekitar 105 sentimeter.
Imbauan dan Pemantauan Lanjutan
Panangaran mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi. Warga di daerah rawan diminta melaporkan peningkatan debit air atau kondisi darurat agar dapat segera ditangani. Pihaknya bersama unsur terkait terus memantau kondisi, terutama di bantaran Kali Cipinang, untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut.



