Koordinasi Ditingkatkan untuk Antisipasi Pohon Tumbang di Alas Roban Saat Mudik Lebaran
Koordinasi antara Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY dan Perhutani terus ditingkatkan guna mengantisipasi risiko pohon tumbang di jalur nasional Batang-Kendal, khususnya di kawasan Alas Roban. Langkah ini diambil menyusul insiden angin kencang yang terjadi pada Rabu, 4 Maret 2026 sore, yang menyebabkan setidaknya 20 pohon jati tumbang dan menutup jalan di KM 73-74.
Dampak Angin Kencang dan Penanganan Awal
Selain pohon, badai tersebut juga merobohkan 24 tiang listrik di lokasi yang sama, mengakibatkan arus lalu lintas tersendat sepanjang sekitar satu kilometer. Ridwan Umbara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BBPJN Jawa Tengah–DIY, menjelaskan bahwa kawasan Alas Roban memang rawan pohon tumbang saat angin kencang. "Ini kawasan Alas Roban. Begitu angin kencang, pohon tumbang paling dominan," ujarnya di lokasi pada Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut Ridwan, koordinasi dengan Perhutani sangat penting karena pohon-pohon besar di sepanjang jalur merupakan aset perusahaan tersebut. Petugas jalan nasional hanya berwenang membersihkan ranting dan batang yang menutup badan jalan. "Kami sudah berkoordinasi dengan Perhutani. Jadi Perhutani juga sudah standby alatnya, kemudian terkait dengan pohon-pohon yang masih besar-besar itu memang asetnya Perhutani," tambahnya.
Langkah-Langkah Pencegahan dan Pemulihan
Untuk mencegah kejadian serupa, BBPJN melakukan pemangkasan berkala pada pohon yang condong ke arah jalan, dengan seizin Perhutani sebagai pemilik. Selain itu, rambu peringatan rawan pohon tumbang telah dipasang di beberapa titik sepanjang ruas KM 73–74. "Jadi seperti yang di depan itu juga sudah kita pasang, sepanjang sana-sepanjang sana sudah kita pasang," kata Ridwan.
Setelah insiden angin kencang, petugas langsung menyingkirkan pohon yang tumbang pada malam hari dan memberlakukan contraflow menuju arah Semarang agar jalur tetap bisa dilalui kendaraan. Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan satu unit wheel loader, dua dump truck, serta satu alat exca-loader, dibantu tenaga padat karya dan warga setempat.
Keesokan harinya, BBPJN berkoordinasi dengan PLN untuk memperbaiki jaringan listrik, dengan mengganti 24 tiang listrik yang roboh. Ridwan memastikan bahwa jalur Batang-Kendal kini sudah kembali normal setelah penanganan pohon tumbang dan perbaikan jaringan listrik selesai dilakukan. "Seluruh penanganan sudah tuntas. Empat lajur dari arah Semarang maupun Jakarta sudah normal kembali," tandasnya.
Kesiapan Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2026
Koordinasi ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026, yang diperkirakan diikuti oleh 144 juta orang. Dengan meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan di kawasan rawan seperti Alas Roban, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan lalu lintas selama periode mudik. Langkah-langkah proaktif ini menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan di jalur nasional yang vital.



