Kerja sama strategis antara Indonesia dan Singapura membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi hijau dan kawasan rendah karbon di Kepulauan Riau, khususnya wilayah Barelang yang merupakan bagian penting dari kawasan Batam. Penguatan kolaborasi ini mengemuka dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.
Fokus pada Ekonomi Hijau dan Energi Terbarukan
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari energi terbarukan, kawasan industri berkelanjutan, hingga pengembangan ekonomi rendah karbon. "Salah satu area baru yang menjanjikan adalah ekonomi hijau. Kita tahu bahwa perubahan iklim akan memberikan dampak yang lebih besar bagi negara pulau kecil dan negara kepulauan seperti negara kita. Namun, kita dapat mengubah kerentanan tersebut menjadi peluang," ujar Lawrence Wong, Selasa (7/7/2026).
Tiga Nota Kesepahaman Ditandatangani
Menteri energi kedua negara menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) yang mencakup perdagangan listrik lintas batas (cross-border electricity trade), penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), serta pengembangan kawasan industri berkelanjutan (sustainable industrial zone). Selain itu, kedua negara mencatat kemajuan pada enam bilateral economic working groups yang meliputi pengembangan kawasan ekonomi khusus, pertanian, pariwisata, ketenagakerjaan, dan transportasi.
Potensi Barelang dan Kawasan BBK
Lawrence Wong menyampaikan bahwa kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) terus berkembang sebagai pusat ekonomi digital yang mampu menarik minat investor. Menurutnya, potensi tersebut semakin diperkuat melalui kerja sama di sektor energi dan industri berkelanjutan. Sejalan dengan pengembangan kawasan BBK, Barelang dipandang memiliki peluang besar untuk memperoleh manfaat dari kerja sama ini. Pengembangan energi terbarukan, perdagangan listrik lintas batas, penangkapan dan penyimpanan karbon, serta kawasan industri berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi hijau di kawasan tersebut.
Kolaborasi Temasek dan Danantara
Presiden Prabowo juga menyambut kolaborasi antara Temasek dan Danantara yang diarahkan untuk mendukung investasi, termasuk di sektor energi terbarukan dan pengembangan ekonomi rendah karbon. Arah kerja sama ini dinilai menjadi sinyal positif bagi Kepulauan Riau sebagai wilayah strategis yang memiliki peran penting dalam pengembangan investasi, industri, perdagangan, jasa, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kolaborasi Indonesia dan Singapura berpotensi menciptakan multiplier effect melalui peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur strategis, pembukaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya berbagai sektor ekonomi pendukung di daerah. Dengan potensi yang dimiliki, Barelang diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung pengembangan ekonomi rendah karbon sekaligus memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu kawasan strategis dalam kerja sama ekonomi hijau Indonesia-Singapura.



