H-6 Lebaran: 52 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Jakarta-Bekasi, Pasar Senen Paling Padat
52 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Jakarta-Bekasi di H-6

Lonjakan Arus Mudik Lebaran: 52 Ribu Penumpang Berangkat dari Stasiun Jakarta-Bekasi

Liputan6.com - Menjelang perayaan Idul Fitri, arus mudik menggunakan kereta api mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta melaporkan bahwa pada hari Minggu, 15 Maret 2026, tercatat sebanyak 52.008 pelanggan telah melakukan perjalanan mudik dengan kereta api jarak jauh dari berbagai stasiun di wilayah operasionalnya. Data ini mencerminkan gelombang awal pemudik yang memanfaatkan moda transportasi rel untuk pulang kampung.

Stasiun Pasar Senen Jadi Titik Keberangkatan Terpadat

Dari total penumpang yang berangkat, Stasiun Pasar Senen mencatat volume keberangkatan tertinggi dengan 19.745 pelanggan. Stasiun ini diikuti oleh Stasiun Gambir sebanyak 16.528 pelanggan dan Stasiun Bekasi sebanyak 6.941 pelanggan. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi bahwa peningkatan aktivitas pelanggan ini menunjukkan arus mudik kereta api telah mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir.

"Memasuki H-6 Lebaran, volume pelanggan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta terus meningkat. Secara kumulatif selama periode 11 hingga 15 Maret 2026, tercatat sebanyak 227.911 pelanggan telah berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dari wilayah ini," jelas Franoto dalam keterangan tertulis pada hari yang sama.

Dominasi Stasiun Pasar Senen dalam Periode Kumulatif

Lebih lanjut, Franoto menyampaikan bahwa dari periode 11 hingga 15 Maret 2026, Stasiun Pasar Senen tetap menjadi titik keberangkatan paling padat. Totalnya mencapai 86.854 pelanggan yang berangkat, atau setara dengan sekitar 40 persen dari keseluruhan volume keberangkatan pelanggan kereta api jarak jauh di wilayah Daop 1 Jakarta pada rentang waktu tersebut.

Menurutnya, tingginya volume pelanggan di Stasiun Pasar Senen tidak terlepas dari banyaknya layanan kereta api kelas ekonomi, baik public service obligation (PSO) maupun komersial, dengan tujuan berbagai kota di Pulau Jawa. Layanan ini menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan mudik karena faktor kenyamanan dan keterjangkauan.

Kesiapan Operasional dan Imbauan KAI

Untuk menghadapi puncak arus mudik, KAI Daop 1 Jakarta telah memastikan kesiapan operasional melalui optimalisasi fasilitas pelayanan di stasiun dan penguatan dukungan sumber daya manusia. Langkah-langkah yang diambil meliputi penambahan personel di sejumlah layanan, seperti Customer Service Mobile untuk membantu pelanggan, petugas pengamanan yang melibatkan unsur TNI/Polri, serta Posko Pramuka yang memberikan dukungan pelayanan dan informasi.

KAI juga mengimbau kepada pelanggan untuk mengalokasikan waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih baik, dengan mempertimbangkan potensi kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun. Pelanggan disarankan datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan kereta agar proses boarding dapat berjalan lancar dan perjalanan tetap nyaman tanpa risiko tertinggal kereta.

"KAI juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi KAI seperti aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun mitra penjualan resmi lainnya," tegas Franoto. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah penipuan dan memastikan kenyamanan perjalanan mudik bagi seluruh penumpang.

Prediksi Arus Mudik Nasional

Sementara itu, secara nasional diprediksi ada sekitar 151 juta penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini. Angka ini menunjukkan skala besar pergerakan manusia yang memerlukan koordinasi ketat dari berbagai pihak, termasuk operator transportasi seperti KAI, untuk memastikan kelancaran dan keamanan.

Dengan lonjakan penumpang yang tercatat di H-6, diharapkan persiapan yang telah dilakukan oleh KAI Daop 1 Jakarta dapat mengakomodasi kebutuhan pemudik secara optimal. Masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol dan imbauan yang diberikan untuk menciptakan pengalaman mudik yang aman dan menyenangkan.