Taj Yasin Minta Jemaah Haji Jateng 2026 Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melepas kloter pertama jemaah haji dari Embarkasi Solo di Donohudan, Kabupaten Boyolali, pada Rabu, 22 April 2026. Dalam acara pelepasan tersebut, Taj Yasin menyampaikan pesan penting kepada para jemaah yang akan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Pesan Utama: Kesehatan, Kekompakan, dan Citra
Taj Yasin menekankan tiga hal utama yang harus dijaga oleh jemaah haji selama di Arab Saudi. Pertama, menjaga kesehatan fisik dan mental mengingat perjalanan ibadah haji berlangsung sekitar 40 hari. "Jaga kesehatan, jaga kekompakan," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Kedua, mengikuti arahan pembimbing haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan jadwal yang telah disusun. "Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH," tambah Taj Yasin.
Ketiga, menjaga nama baik daerah dan Indonesia dengan berperilaku tertib, sopan, dan tidak menyulitkan pihak lain. "Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana," tegasnya.
Data Keberangkatan dan Persiapan Kesehatan
Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, kuota jemaah haji Jateng tahun 2026 mencapai 34.122 orang, terdiri dari:
- 32.138 jemaah urut porsi
- 1.706 jemaah prioritas lansia
- 191 petugas haji daerah
- 87 pembimbing KBIH
Jemaah tersebut diberangkatkan melalui dua embarkasi: Solo dengan 81 kloter (28.772 orang) dan Yogyakarta dengan 15 kloter (5.368 orang). Kloter pertama, SOC 1 dari Kabupaten Tegal, terbang dari Bandara Adi Soemarmo pukul 01.05 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia menuju Madinah.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Kusminar menyatakan bahwa panitia telah melakukan pemeriksaan ulang komprehensif terhadap dokumen kesehatan calon jemaah. "Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha'ah dari seluruh jemaah," ujarnya.
Meskipun ada beberapa jemaah yang memerlukan perhatian medis, seperti dua jemaah di kloter 2 yang dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, penentuan layak terbang dilakukan melalui asesmen khusus tim medis 24 jam. "Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat," kata Yunita.
Pengalaman Jemaah dan Pelayanan Haji
Salah seorang calon jemaah haji, Maliyah (75 tahun) dari Margasari, Kabupaten Tegal, mengungkapkan kebahagiaannya bisa berangkat setelah menanti sejak 14 tahun lalu. "Dulu daftar dengan suami, tapi sudah meninggal 4/5 tahun lalu. Sekarang berangkat dengan menantu," ceritanya. Meski sempat opname, ia bersyukur kondisi kesehatannya sudah membaik.
Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC Ahmad Risyanto menilai pelayanan haji tahun ini lebih baik, terutama dalam pembagian kebutuhan jemaah, layanan administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan. "Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik," katanya.
Embarkasi Solo juga kembali memperoleh layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo untuk mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi kelelahan jemaah. Kartu Nusuk telah dibagikan dan diaktivasi sejak di embarkasi.
Acara pelepasan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jateng Saiful Mujab, serta jajaran penyelenggara haji dan tokoh organisasi keagamaan.



