Sebuah video yang diklaim menunjukkan tumpukan uang bantuan dari Australia untuk dibagikan ke Indonesia viral di media sosial. Narasi yang menyertai video tersebut menyebutkan bahwa uang itu merupakan bantuan khusus bagi umat Kristen dan dana untuk pembangunan 800 gereja di Indonesia.
Penelusuran Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut adalah hoaks. Video yang beredar tidak memperlihatkan uang bantuan Australia untuk keperluan tersebut.
Video tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Facebook yang menyebarkan klaim palsu. Tim Cek Fakta melakukan verifikasi dengan menelusuri sumber asli video dan membandingkannya dengan fakta yang ada.
Klarifikasi
Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besar Australia di Jakarta belum pernah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai bantuan tunai untuk pembangunan gereja di Indonesia. Australia memberikan bantuan pembangunan ke Indonesia, tetapi tidak dalam bentuk uang tunai yang ditumpuk seperti dalam video.
Video serupa pernah muncul sebelumnya dengan konteks yang berbeda, seperti penampilan uang untuk keperluan logistik atau acara tertentu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan narasi yang tidak jelas sumbernya.
Dampak Hoaks
Penyebaran hoaks semacam ini dapat memicu ketegangan antarkelompok masyarakat dan merusak hubungan bilateral Indonesia-Australia. Tim Cek Fakta Kompas.com terus memantau dan mengklarifikasi informasi palsu yang beredar di media sosial.



