Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, melakukan kunjungan silaturahmi Lebaran ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso di Kediri, KH Nurul Huda Djazuli. Pertemuan hangat antara dua tokoh ulama terkemuka ini berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026, dan menjadi contoh nyata dalam memelihara tradisi persaudaraan yang kental di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Makna Mendalam bagi Generasi Muda
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menilai pertemuan tersebut sarat dengan pelajaran berharga bagi para generasi muda. Dalam keterangan tertulisnya, Gus Ipul menyampaikan bahwa foto dokumentasi silaturahmi itu seharusnya menjadi nasihat bagi kaum muda.
"Foto ini menjadi nasihat bagi kita yang muda-muda. Bahwa para kiai, para ulama, terus menjaga silaturahmi, menjaga persaudaraan, dan saling mendoakan," ujar Gus Ipul. Ia menekankan bahwa nilai-nilai seperti ini perlu diteladani dan diwariskan kepada anak muda agar tradisi ukhuwah Islamiyah tetap lestari.
Pembicaraan yang Menginspirasi
Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa ketika para kiai bertemu, pembicaraan yang terjadi biasanya tidak jauh dari topik-topik penting. Perkembangan pesantren, dinamika organisasi NU, urusan keluarga, serta berbagai persoalan aktual yang sedang dihadapi umat dan bangsa menjadi fokus utama dalam diskusi mereka.
"Kalau para kiai bertemu, yang dibahas ya soal pesantren, NU, keluarga, dan masalah-masalah terkini. Kita doakan beliau berdua panjang umur, sehat selalu, dan terus membimbing kita semua," tambahnya. Doa dan harapan agar kedua ulama tersebut senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang turut disampaikan sebagai bentuk penghormatan.
Lebih dari Sekadar Tradisi Sosial
Bagi Gus Ipul, silaturahmi Lebaran yang dilakukan oleh para ulama sepuh seperti KH Miftachul Akhyar dan KH Nurul Huda Djazuli memiliki makna yang jauh lebih dalam. Tradisi saling mengunjungi pada momentum Idulfitri ini bukan sekadar kebiasaan sosial belaka, melainkan bagian dari ikhtiar untuk merawat ukhuwah, memperkuat sanad keilmuan, dan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan silaturahmi semacam ini juga berperan penting dalam mempererat hubungan antar pesantren dan tokoh-tokoh agama, yang pada gilirannya dapat mendorong sinergi dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan demikian, nilai-nilai persaudaraan dan keilmuan yang dijaga oleh para ulama dapat terus mengalir dan menginspirasi generasi penerus.



