Ramadhan 2026: Tradisi Ucapan Digital dan Perbedaan Penetapan Awal Puasa
Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Indonesia umumnya menjalankan tradisi berbagi ucapan kepada sesama. Praktik ini telah menjadi bagian penting dari perayaan keagamaan, yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi tetapi juga menyemarakkan suasana bulan penuh berkah.
Ucapan Ramadhan di Era Digital
Di era modern ini, masyarakat biasa membagikan ucapan melalui berbagai saluran digital. Pesan daring menjadi pilihan utama untuk menyapa kerabat, sahabat, keluarga, teman-teman, dan rekan kerja. Selain itu, banyak orang juga mengunggah ucapan sebagai status melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau WhatsApp, untuk menjangkau lingkaran yang lebih luas.
Hal ini menunjukkan bahwa kita turut merayakan dan menyemarakkan datangnya bulan suci Ramadhan dengan cara yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Tradisi berbagi ucapan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian dalam menyambut momen spiritual yang istimewa.
Perbedaan Penetapan Awal Puasa
Untuk Ramadhan 2026, terdapat perbedaan dalam penetapan hari pertama bulan puasa. Muhammadiyah telah menetapkan bahwa hari pertama puasa dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode perhitungan astronomi yang digunakan oleh organisasi Islam tersebut.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan terlebih dahulu menunggu hasil sidang isbat. Sidang ini dijadwalkan akan diumumkan pada Selasa, 17 Februari 2026, setelah melalui proses pengamatan hilal dan pertimbangan para ulama. Perbedaan ini merupakan hal yang umum terjadi di Indonesia, di mana beberapa kelompok menggunakan metode hisab (perhitungan) sementara lainnya mengandalkan rukyat (pengamatan langsung).
Meskipun ada variasi dalam penetapan tanggal, semangat menyambut Ramadhan tetap sama: sebagai bulan untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan sosial melalui tradisi seperti berbagi ucapan.