Presiden Prabowo Subianto Siap Umumkan Penyesuaian Biaya Avtur untuk Penerbangan Haji
Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan secara resmi ongkos penerbangan haji yang terdampak dari kenaikan harga avtur global. Pengumuman tersebut direncanakan akan disampaikan langsung oleh Presiden pada sore hari ini, Rabu (8/4/2026).
Gus Irfan menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dan memperhitungkan segala aspek dengan sangat matang terkait dampak fluktuasi harga avtur terhadap biaya perjalanan ibadah haji. "Seperti yang pernah saya sampaikan kemarin, tim di bawah koordinasi Menko Ekonomi telah melakukan berbagai perhitungan mendalam. Insyaallah nanti sore akan diumumkan langsung oleh Presiden," jelas Gus Irfan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI.
Desakan dari Anggota DPR untuk Kejelasan Biaya
Rapat kerja tersebut digelar sebagai respons atas pertanyaan mendesak dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, yang meminta penjelasan detail mengenai keputusan penyesuaian biaya perjalanan haji menyusul kenaikan harga avtur di pasar global. Legislator dari Partai Gerindra ini menyoroti dinamika harga avtur yang sempat mencapai 116 USD per barel sebelum turun menjadi 96 USD.
"Ini kalau kita bikin kesimpulan, apakah Pak Menteri atau pak Wamen sudah ada keputusan berapa biaya tambahan avtur? Saya lihat perkembangan hari ini, kemarin 116 USD. Sekarang turun dengan adanya informasi akan damai, sekarang turun jadi 96 USD," ujar Abdul Wachid. Ia secara tegas menyebutkan bahwa konflik geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga avtur dunia.
Dengan nada sedikit frustrasi namun tetap humoris, politisi tersebut menambahkan, "Ini yang gara-gara dua orang ini, agak pusing kita ini, terus terang ha-ha-ha. Aduh ini gara-gara Gus Trump ini Gus Trump ha-ha-ha-ha. Gimana Pak Menteri? Kalau ini nanti saya lanjutkan bapak belum ada keputusan harga, kami belum bisa beri kesimpulan." Pernyataan ini menyiratkan tekanan yang dirasakan oleh legislator dalam menanggapi keresahan masyarakat.
Koordinasi Pemerintah dan Penegasan dari Wakil Menteri
Di sisi lain, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan penegasan bahwa nilai ongkos haji yang telah disesuaikan memang sudah diputuskan secara internal. Namun, sebagai bentuk penghormatan terhadap hierarki kepemimpinan, pengumuman resmi akan diserahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Terkait nilainya itu sudah ada, tapi nanti akan langsung mungkin disampaikan oleh Presiden terkait itu. Kami sudah dapat nilainya, kami sudah hitungkan, akan kami sampaikan kepada presiden," kata Dahnil dengan hati-hati. "Tapi memang tim dari Kemenko menyampaikan nanti akan langsung disampaikan oleh presiden. Kami tidak ingin mendahului presiden dalam hal ini," imbuhnya, menekankan prinsip koordinasi yang solid di dalam pemerintahan.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk transparansi sekaligus menjaga stabilitas sosial, mengingat haji merupakan ibadah yang sangat sensitif dan melibatkan jutaan jemaah Indonesia. Keputusan akhir diharapkan dapat mempertimbangkan keseimbangan antara beban finansial jemaah dan realitas ekonomi global yang terus bergejolak.



