Gus Ipul Bahas Konflik Sosial dan Sekolah Rakyat dengan Wagub Maluku Utara
Gus Ipul Bahas Konflik Sosial dan Sekolah Rakyat dengan Wagub Malut

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menerima kunjungan audiensi dari Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta Pusat. Pertemuan strategis ini berfokus pada pembahasan isu-isu krusial yang melanda provinsi tersebut, termasuk penanganan konflik sosial, pembangunan Sekolah Rakyat, serta respons terhadap bencana gempa bumi.

Konflik Sosial di Halmahera Tengah

Konflik sosial yang menjadi perhatian utama terjadi antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Insiden ini dipicu oleh penemuan jenazah seorang warga Desa Banemo pada Kamis, 2 April 2026 dini hari. Peristiwa tragis tersebut memicu ketegangan dan bentrokan antarwarga, yang mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan pada sejumlah rumah. Gus Ipul menegaskan komitmen Kementerian Sosial untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak oleh konflik ini, dengan menyatakan, "Bismillah, kita tindaklanjuti, Pak Wagub. Kami dukung apa yang dibutuhkan."

Dampak Gempa Bumi di Pulau Batang Dua

Selain konflik sosial, pertemuan juga membahas bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Batang Dua, Kota Ternate, pada Kamis, 2 April 2026. Gempa tersebut tercatat bermagnitudo 7,6, menyebabkan kerusakan signifikan dan memerlukan respons cepat dari pemerintah. Gus Ipul menyampaikan bahwa Kemensos siap memberikan bantuan kepada korban yang terdampak, baik oleh konflik sosial maupun bencana alam ini, sebagai bagian dari upaya pemulihan di Maluku Utara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara

Topik penting lainnya adalah pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Maluku Utara. Saat ini, pembangunan sedang berlangsung di dua lokasi, yaitu Desa Rioribati di Kabupaten Halmahera Barat dan Desa Kukumutuk di Kabupaten Halmahera Utara. Gus Ipul meminta Wakil Gubernur Sarbin Sehe untuk terus memantau perkembangan proyek ini dan menyatakan keinginannya untuk meninjau langsung proses pembangunan, dengan mengatakan, "Insya Allah, saya mau lihat (pembangunan) Sekolah Rakyat."

Progres dan Target Penyelesaian

Menanggapi permintaan tersebut, Sarbin Sehe melaporkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Ia mengungkapkan bahwa proyek di kedua lokasi tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2026, dengan kemajuan yang progresif. "Dua-duanya progresif. Menurut informasi di lapangan, selesainya mungkin Juni," jelas Sarbin. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan melalui infrastruktur yang memadai.

Pertemuan ini menegaskan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani tantangan sosial dan bencana, sambil mendorong pembangunan berkelanjutan di Maluku Utara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga