Minyak Dunia Naik, Menhaj Tegaskan Maskapai Haji Belum Ajukan Perubahan Harga
Minyak Dunia Naik, Maskapai Haji Belum Ajukan Perubahan Harga

Minyak Dunia Naik, Menhaj Tegaskan Maskapai Haji Beli Tiket Belum Ajukan Perubahan Harga

Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan sebagai dampak dari eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap biaya operasional berbagai sektor, termasuk penyelenggaraan ibadah haji. Namun, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, memberikan penegasan penting terkait hal ini.

"Sampai hari ini maskapai belum mengajukan perubahan harga," tegas Gus Irfan setelah mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (12 Maret 2026). Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan publik dan calon jemaah haji yang mungkin resah dengan fluktuasi harga minyak global.

Kontrak Penerbangan Haji Sudah Disepakati Sebelumnya

Gus Irfan menjelaskan bahwa kestabilan harga tiket penerbangan haji didasarkan pada kontrak yang telah disepakati antara pemerintah dan maskapai penerbangan beberapa waktu sebelumnya. "Karena memang kontraknya sudah kita sepakati beberapa waktu yang lalu," ujarnya. Dengan adanya kontrak yang mengikat ini, belum terjadi pembahasan formal terkait penyesuaian tarif dari pihak maskapai penerbangan.

Lebih lanjut, Menhaj mengungkapkan bahwa pertemuan terakhir dengan perwakilan maskapai lebih fokus pada aspek operasional logistik, bukan pada masalah biaya. "Kemarin kita ketemu dengan mereka juga tidak bicara tentang kenaikan harga, hanya bicara tentang kemungkinan-kemungkinan perubahan jalur saja," sambung dia. Hal ini mengindikasikan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan kelancaran perjalanan haji meski ada gejolak geopolitik.

Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Lebaran

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan kepastian mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di dalam negeri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi kuat untuk menahan dampak kenaikan minyak dunia. Asumsi harga minyak dalam APBN ditetapkan sebesar US$ 70 per barel.

"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan naiknya baru beberapa hari, kita kan setahun penuh, asumsi 70. Baru berapa hari aja ini kan, belum cukup untuk ubah-ubah anggaran kita," jelas Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (10 Maret).

Pernyataan serupa disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Bahlil memastikan bahwa tidak ada rencana kenaikan harga BBM subsidi setidaknya hingga periode Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) mendatang. "Saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM sampai dengan hari raya insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa. Jadi negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tapi untuk subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga, untuk minyak subsidi ya," terang Bahlil.

Dengan demikian, meskipun harga minyak dunia mengalami tekanan akibat konflik Timur Tengah, pemerintah melalui Menhaj dan kementerian terkait berupaya menjaga stabilitas harga baik untuk penerbangan haji maupun BBM subsidi, sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat.