Lembaga Falakiyah PBNU Umumkan Prediksi Awal Syawal 1447 Hijriah
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah mengeluarkan perkiraan resmi mengenai jatuhnya Hari Raya Idul Fitri untuk tahun 1447 Hijriah. Menurut perhitungan yang dilakukan oleh lembaga tersebut, Idul Fitri diprediksi akan jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada metode hisab dan rukyat yang menjadi pedoman dalam penentuan kalender Islam.
Syarat Penetapan Berdasarkan Visibilitas Hilal
Dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis, 11 Maret 2026, LF PBNU menjelaskan bahwa prediksi tersebut berlaku dengan satu syarat utama: hilal atau bulan sabit baru tidak terlihat dalam proses rukyatul hilal yang akan dilakukan menjelang akhir bulan Ramadhan. Rukyatul hilal adalah metode observasi langsung untuk menentukan awal bulan baru dalam kalender Hijriah, yang menjadi landasan penting bagi umat Islam dalam menetapkan hari-hari besar keagamaan.
"Apabila hilal tidak terlihat dalam rukyatul hilal tersebut, maka Nahdlatul Ulama akan melaporkan kepada pemerintah untuk menetapkan istikmal Sya'ban," jelas pernyataan resmi LF PBNU. Istikmal Sya'ban berarti menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari, yang berimplikasi pada penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026 Masehi, dengan perayaan dimulai pada malam Sabtu.
Prosedur Jika Hilal Terlihat
Namun, LF PBNU juga menegaskan bahwa prediksi ini masih bersifat tentatif dan dapat berubah tergantung hasil pemantauan hilal. Jika hilal berhasil terlihat saat proses rukyatul hilal dilakukan, PBNU akan menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui sidang isbat sebelum menyampaikan ikhbar atau pengumuman akhir kepada publik. Sidang isbat adalah forum yang diadakan oleh Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan laporan dari berbagai lembaga, termasuk organisasi Islam seperti NU.
Proses ini mencerminkan komitmen Nahdlatul Ulama dalam menjaga keselarasan antara perhitungan astronomi dan keputusan pemerintah, sekaligus memastikan keakuratan dalam penentuan hari raya. Prediksi LF PBNU ini diharapkan dapat menjadi panduan awal bagi masyarakat dalam mempersiapkan perayaan Idul Fitri, meskipun keputusan final masih menunggu konfirmasi dari sidang isbat pemerintah.
