Kemenag Terbitkan Panduan Resmi Jadwal Imsakiyah untuk Ramadhan 1447 H
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi telah menerbitkan jadwal imsakiyah untuk tahun 1447 Hijriah. Jadwal ini berfungsi sebagai panduan utama bagi seluruh umat Islam di tanah air dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan suci Ramadhan yang akan datang.
Isi Lengkap Jadwal Imsakiyah Medan dan Seluruh Indonesia
Jadwal imsakiyah yang diterbitkan mencakup berbagai aspek penting dalam ibadah harian. Waktu imsak menjadi penanda dimulainya puasa, sementara azan maghrib ditetapkan sebagai sinyal resmi untuk berbuka puasa. Selain itu, jadwal ini juga secara detail memuat waktu pelaksanaan shalat lima waktu, yaitu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, yang disesuaikan dengan lokasi geografis masing-masing daerah.
Untuk kota Medan, jadwal imsakiyah telah disusun dengan presisi tinggi, mempertimbangkan koordinat astronomis setempat. Namun, Kementerian Agama menegaskan bahwa jadwal serupa juga telah disiapkan untuk seluruh kota dan kabupaten di Indonesia, memastikan konsistensi dan keakuratan dalam pelaksanaan ibadah.
Penetapan Awal Ramadhan 1447 H Berdasarkan Sidang Isbat
Penetapan tanggal 1 Ramadhan 1447 Hijriah telah dilakukan melalui proses yang matang dan transparan. Sidang isbat yang digelar di Jakarta pada hari Selasa, 17 Februari 2026, menghasilkan keputusan resmi bahwa bulan puasa akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Sidang ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk ahli astronomi, ulama, dan perwakilan pemerintah, untuk memastikan ketepatan perhitungan.
Proses penetapan ini tidak hanya berdasarkan perhitungan ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan aspek syar'i dan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, umat Islam di Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa dengan keyakinan penuh, didukung oleh panduan resmi yang terpercaya dari pemerintah.
Penerbitan jadwal imsakiyah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengatur waktu ibadah sehari-hari selama Ramadhan. Kementerian Agama juga mengimbau agar seluruh umat Islam mengikuti jadwal resmi ini untuk menjaga keseragaman dan kekhusyukan dalam beribadah, sekaligus menghindari kebingungan akibat perbedaan penentuan waktu.