Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan prediksi terkini mengenai potensi perbedaan tanggal perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran pada tahun 2026. Menurut perhitungan astronomi yang dilakukan oleh lembaga tersebut, terdapat kemungkinan bahwa penentuan 1 Syawal 1447 H akan menghasilkan variasi dalam kalender.
Penjelasan Mendalam dari Ahli BRIN
Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa sudah banyak masyarakat yang menanyakan kapan tepatnya awal Syawal 1447 H akan jatuh. Ia pun memaparkan sejumlah fakta astronomi yang mendasari penentuan tanggal tersebut, dengan penekanan pada metode perhitungan yang digunakan oleh pemerintah.
Perhitungan Astronomi Versi Pemerintah
Berdasarkan analisis mendalam yang dilakukan oleh BRIN, Idul Fitri 1447 H versi pemerintah diperkirakan akan jatuh pada tanggal 21 Maret 2026. Namun, Thomas Djamaluddin mengingatkan bahwa prediksi ini masih bersifat tentatif dan dapat berubah tergantung pada observasi hilal atau bulan sabit yang dilakukan menjelang akhir Ramadan.
Faktor-faktor seperti kondisi cuaca, visibilitas bulan, dan metode rukyat atau hisab yang diterapkan oleh berbagai pihak dapat mempengaruhi keputusan akhir. BRIN terus memantau perkembangan ini untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik, sekaligus mendorong pemahaman yang lebih baik tentang ilmu falak dalam penentuan hari raya Islam.



