Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 2026 Berbeda dengan Pemerintah
Awal Puasa 2026 Berbeda: Muhammadiyah vs Pemerintah

Perbedaan Metode Penetapan Awal Puasa 2026 antara Muhammadiyah dan Pemerintah

Perbedaan penetapan awal puasa Ramadhan antara Muhammadiyah dan pemerintah Indonesia kembali terjadi untuk tahun 2026, dipicu oleh penggunaan metode yang tidak sama. Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan bahwa awal puasa akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki atau perhitungan astronomi yang mereka anut.

Metode Hisab Hakiki vs Rukyat dalam Penetapan Awal Ramadhan

Sementara itu, pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Agama, menggunakan pendekatan yang berbeda dengan menggabungkan metode rukyat (pengamatan hilal) dan hisab, yang kemudian diputuskan dalam sidang isbat resmi. Perbedaan metodologis ini seringkali menyebabkan ketidakseragaman dalam penentuan hari pertama puasa, menciptakan dinamika unik dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Ketika awal puasa berbeda seperti yang diprediksi untuk 2026, muncul pertanyaan besar di masyarakat: apakah Idul Fitri atau Lebaran 2026 juga akan mengalami perbedaan serupa? Hal ini menjadi perhatian banyak umat Muslim yang ingin merencanakan kegiatan keagamaan dan sosial mereka dengan tepat.

Perbedaan ini bukanlah hal baru dalam sejarah Islam di Indonesia, namun tetap menjadi topik hangat yang memicu diskusi tentang kesatuan dalam keberagaman. Pemerintah dan organisasi seperti Muhammadiyah terus berupaya untuk menjaga harmoni, meskipun terdapat variasi dalam praktik penentuan hari-hari penting keagamaan.