Anwar Abbas: Sweeping Pedagang Saat Ramadan Tidak Perlu, Pemerintah Sudah Jamin Kondusivitas
Anwar Abbas: Sweeping Pedagang Ramadan Tak Perlu, Pemerintah Jamin Kondusivitas

Anwar Abbas: Sweeping Pedagang Saat Ramadan Tidak Perlu, Pemerintah Sudah Jamin Kondusivitas

Tokoh agama Anwar Abbas menegaskan bahwa tidak perlu ada sweeping atau pemeriksaan dadakan terhadap para pedagang makanan selama bulan Ramadan. Menurutnya, pemerintah telah melakukan sosialisasi dan memberikan pengertian kepada masyarakat luas tentang pentingnya sikap saling menghormati antar pemeluk agama dalam menjalankan ibadahnya.

Penghormatan Antar Umat Beragama sebagai Landasan

Anwar Abbas, yang juga merupakan Ketua Muhammadiyah, mengungkapkan bahwa prinsip saling menghormati ini sejalan dengan praktik di hari-hari besar agama lain. "Kalau di hari Nyepi, umat dari agama lain harus menghormati kepercayaan dan ibadah dari umat Hindu. Di hari Natal, umat dari agama lain harus menghormati keyakinan dan ibadah dari orang Kristen dan Katolik, dan seterusnya," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dia menambahkan, "Untuk itu para pemeluk agama tidak perlu melakukan sweeping, karena pemerintah sudah menjamin hadirnya kondusivitas situasi bagi pemeluk agama yang bersangkutan untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan ketentuan dari agamanya." Pernyataan ini menekankan bahwa jaminan dari pemerintah dianggap cukup untuk menciptakan lingkungan yang damai selama Ramadan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Pemerintah dalam Menjaga Kebebasan Beragama

Anwar Abbas mendorong para kepala daerah untuk memperhatikan kebebasan beragama, sesuai dengan amanat konstitusi. "Ini penting dilakukan oleh pemerintah sesuai dengan isi dan jiwa dari Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945, supaya umat Islam benar-benar dapat dijamin haknya oleh pemerintah untuk dapat melaksanakan ibadahnya dengan baik dan lancar," harapnya. Dia menekankan bahwa pemerintah harus memastikan hak setiap warga negara untuk meyakini kepercayaan dan menyatakan pikiran sesuai hati nurani.

Secara umum, sweeping selama Ramadan sering dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu terhadap rumah makan yang beroperasi di siang hari atau tempat hiburan malam yang masih buka. Aktivitas ini dianggap tidak menghormati ibadah puasa yang sedang dijalankan umat Islam.

Instruksi Gubernur DKI Jakarta untuk Menjaga Kedamaian

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meminta organisasi masyarakat (ormas) untuk tidak menggelar sweeping terhadap rumah makan di ibu kota selama Ramadan. Pramono menegaskan bahwa Ramadan harus berlangsung dengan damai dan rukun. "Jadi saya ingin menegaskan bahwa menyambut Ramadan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan. Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," kata Pramono di Jakarta pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Selain itu, Pramono juga mengingatkan agar kegiatan Sahur On The Road (SOTR) dilakukan dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum. "Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya enggak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan," tegasnya. Instruksi ini bertujuan untuk mencegah potensi konflik dan menjaga suasana tenang selama bulan suci.

Dengan penekanan pada peran pemerintah dan penghormatan antar agama, pandangan Anwar Abbas dan instruksi Pramono Anung mengarah pada upaya menciptakan Ramadan yang kondusif tanpa perlu tindakan sweeping yang bisa memicu ketegangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga