Ahli Gizi Ungkap Tips Mengolah Makanan Bersantan agar Tetap Aman untuk Tubuh
Tips Ahli Gizi: Mengolah Makanan Bersantan yang Aman

Ahli Gizi Bagikan Strategi Mengolah Makanan Bersantan yang Lebih Sehat

Makanan bersantan sering kali menjadi favorit dalam kuliner Indonesia, namun banyak yang khawatir akan dampaknya bagi kesehatan. Menurut para ahli gizi, dengan teknik pengolahan yang tepat, santan tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesejahteraan tubuh.

Pemilihan Santan yang Berkualitas

Kualitas santan memegang peranan krusial dalam menentukan keamanan makanan. Ahli gizi menyarankan untuk memilih santan segar yang dibuat dari kelapa parut, bukan santan kemasan yang mungkin mengandung bahan pengawet atau tambahan lainnya. Santan segar cenderung lebih alami dan minim risiko kontaminasi.

Teknik Memasak yang Tepat

Proses memasak santan perlu diperhatikan dengan seksama. Jangan biarkan santan mendidih terlalu lama, karena hal ini dapat menyebabkan pemisahan lemak dan meningkatkan kadar kolesterol jahat. Sebaiknya, masak santan dengan api kecil hingga sedang, dan aduk secara berkala untuk menghindari gosong atau penggumpalan.

Kombinasi dengan Bahan Lain

Menggabungkan santan dengan bahan-bahan sehat dapat meningkatkan nilai gizi dan mengurangi efek negatif. Beberapa rekomendasi dari ahli gizi meliputi:

  • Menambahkan rempah-rempah seperti kunyit atau jahe, yang memiliki sifat anti-inflamasi.
  • Menggunakan sayuran segar untuk menyeimbangkan asupan serat.
  • Membatasi penggunaan garam dan gula berlebihan dalam masakan bersantan.

Porsi dan Frekuensi Konsumsi

Meskipun diolah dengan benar, konsumsi makanan bersantan sebaiknya tidak berlebihan. Ahli gizi menekankan pentingnya mengatur porsi dan frekuensi makan, misalnya dengan menyajikannya sebagai hidangan spesial pada acara tertentu, bukan sebagai menu sehari-hari. Ini membantu menjaga keseimbangan nutrisi dan mencegah risiko kesehatan jangka panjang.

Dengan menerapkan tips ini, masyarakat dapat tetap menikmati kelezatan makanan bersantan tanpa rasa khawatir. Ahli gizi berharap informasi ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengolahan makanan yang aman dan sehat dalam budaya kuliner Indonesia.