KOMPAS.com - Sebuah resep kuliner bersejarah yang sempat hilang dan terlupakan selama hampir satu abad akhirnya berhasil dihidupkan kembali. Kudapan manis bernama Port Sunlight Bun ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1929 dan kini kembali disajikan di desa asalnya, Merseyside, Inggris.
Penemuan Kembali Resep Kuno
Selama hampir 100 tahun, resep roti kuno ini terkubur rapat di dalam majalah lama yang tersimpan di ruang arsip Port Sunlight Museum. Para kurator museum menemukan resep tersebut saat melakukan inventarisasi koleksi. Resep asli Port Sunlight Bun diterbitkan dalam sebuah majalah komunitas pada tahun 1929, namun kemudian hilang dari peredaran.
Setelah ditemukan, resep tersebut langsung diuji coba oleh tim museum bekerja sama dengan pembuat roti lokal. Hasilnya, roti manis dengan taburan kismis sultana yang khas berhasil dibuat kembali sesuai cita rasa aslinya.
Cita Rasa dan Penyajian
Port Sunlight Bun memiliki tekstur lembut dengan rasa manis yang pas. Roti ini biasanya disajikan bersama krim segar dan selai buah, menjadikannya teman sempurna untuk minum teh sore. Kismis sultana yang ditaburkan di atasnya memberikan sentuhan rasa manis alami yang unik.
Kembalinya resep ini disambut antusias oleh warga setempat dan para pencinta kuliner. Port Sunlight Museum berencana untuk menyajikan roti ini secara rutin di kafe museum, serta menjualnya dalam kemasan khusus sebagai oleh-oleh.
Bagi yang ingin mencicipi, Port Sunlight Bun dapat dinikmati langsung di Desa Merseyside atau dipesan melalui layanan daring yang disediakan museum. Resep asli juga akan dipublikasikan kembali dalam bentuk buku kecil untuk melestarikan warisan kuliner ini.



