Kulineran Dian Sastro di Jogja dan Solo, Ungkap Hidden Gem Warung Makan
Aktris terkenal Dian Sastro baru-baru ini membagikan pengalaman kulinerannya di dua kota budaya Jawa, yaitu Yogyakarta dan Solo. Dalam perjalanannya, ia tidak hanya menikmati keindahan budaya setempat, tetapi juga berhasil menemukan beberapa warung makan tersembunyi yang menjadi favoritnya. Pengalaman ini memberikan wawasan baru bagi para pecinta kuliner yang ingin menjelajahi cita rasa autentik Indonesia.
Eksplorasi Kuliner di Yogyakarta
Di Yogyakarta, Dian Sastro mengunjungi beberapa lokasi yang menawarkan hidangan khas daerah. Ia menyebutkan bahwa warung-warung kecil di sudut kota sering kali menyajikan makanan dengan rasa yang luar biasa, meskipun tempatnya sederhana. Beberapa hidangan yang ia coba termasuk gudeg, sate klatak, dan bakpia, yang semuanya dibuat dengan resep tradisional yang telah turun-temurun.
Hidden gem yang ia temukan adalah sebuah warung makan di kawasan Malioboro yang jarang diketahui wisatawan. Warung ini, menurut Dian, menyajikan nasi kucing dengan lauk-pauk yang lengkap dan harga terjangkau. "Rasanya autentik dan bikin ketagihan," ujarnya dalam sebuah wawancara.
Petualangan Kuliner di Solo
Berpindah ke Solo, Dian Sastro melanjutkan eksplorasinya dengan mencoba kuliner khas kota ini. Ia mengunjungi pasar tradisional dan warung-warung yang terkenal dengan hidangan seperti nasi liwet, tengkleng, dan serabi. Menurutnya, Solo menawarkan pengalaman kuliner yang kaya akan rempah-rempah dan teknik memasak yang unik.
Salah satu hidden gem yang ia rekomendasikan adalah warung makan di dekat Keraton Solo yang menyajikan soto khas dengan kuah gurih dan daging yang lembut. "Tempatnya mungkin tidak mencolok, tetapi kualitas makanannya benar-benar istimewa," tambah Dian.
Pentingnya Menjelajahi Kuliner Lokal
Dian Sastro menekankan bahwa menjelajahi kuliner lokal tidak hanya tentang mencicipi makanan, tetapi juga tentang memahami budaya dan sejarah di balik setiap hidangan. Ia mendorong masyarakat untuk lebih sering mengunjungi warung makan kecil dan tradisional, karena sering kali mereka menyimpan cita rasa terbaik yang mungkin terlewatkan.
Pengalamannya ini juga menyoroti potensi wisata kuliner di Indonesia, terutama di kota-kota seperti Yogyakarta dan Solo, yang kaya akan warisan kuliner. Dengan semakin banyaknya orang yang tertarik pada makanan tradisional, diharapkan dapat mendukung perekonomian lokal dan melestarikan resep-resep khas.
Secara keseluruhan, perjalanan kuliner Dian Sastro di Jogja dan Solo tidak hanya memberikan kenikmatan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk lebih menghargai dan mengeksplorasi kekayaan kuliner Indonesia. Warung-warung makan tersembunyi yang ia temukan menjadi bukti bahwa kelezatan sering kali tersembunyi di tempat-tempat yang sederhana.
