Respons Unik dari Solo: Kedai Kopi Hapus Americano Protes Serangan AS-Israel ke Iran
Serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak Sabtu, 28 Februari 2026, terus memicu gelombang reaksi dari berbagai kalangan di seluruh dunia. Konflik bersenjata ini telah mengakibatkan korban jiwa yang sangat besar, dengan ribuan orang di Iran dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Protes Simbolis melalui Dunia Kuliner
Di tengah beragam respons yang muncul, salah satu sikap yang menarik perhatian datang dari dunia usaha kuliner di Indonesia. Arkha Tri Maryanto, seorang warga Solo berusia 34 tahun yang merupakan pemilik kedai kopi dan teh bernama Kediaman Titilaras, memilih untuk menyuarakan protesnya dengan cara yang unik dan penuh makna.
Kedai yang berlokasi di kawasan Baluwarti, Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah ini secara resmi mengumumkan penghapusan menu kopi Americano dari daftar penawarannya. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan penolakan terhadap serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Pengumuman melalui Media Sosial
Pengumuman penghapusan kopi Americano tersebut disampaikan oleh Arkha melalui unggahan di akun Instagram resmi Titilaras. Dalam postingannya, dijelaskan bahwa langkah ini mulai efektif diberlakukan sejak awal bulan Maret 2026, sebagai respons langsung terhadap eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.
"Kami merasa perlu untuk mengambil sikap terhadap tragedi kemanusiaan yang sedang terjadi," ujar Arkha dalam pernyataannya. "Menghapus Americano dari menu kami adalah cara kecil kami untuk mengungkapkan keprihatinan atas ribuan nyawa yang melayang dalam serangan ini."
Dampak dan Reaksi Masyarakat
Keputusan Kediaman Titilaras ini menuai beragam tanggapan dari pelanggan dan masyarakat sekitar. Banyak yang mendukung langkah simbolis ini sebagai bentuk kepedulian terhadap isu global, sementara beberapa lainnya mengapresiasi kreativitas dalam menyampaikan pesan perdamaian.
Insiden ini mengingatkan kita bahwa konflik internasional dapat memicu respons yang beragam, bahkan dari sudut yang tak terduga seperti kedai kopi lokal di Solo. Tindakan Arkha dan kedainya menunjukkan bagaimana individu dan usaha kecil dapat turut serta dalam menyuarakan aspirasi kemanusiaan melalui cara-cara yang sederhana namun bermakna.
