Festival durian di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) berakhir ricuh. Banyak warga yang telah membeli karcis tapi tidak kebagian durian, sehingga panitia terpaksa mengembalikan uang tiket.
Kronologi Kericuhan
Seorang warga bernama Faizal mengungkapkan kekecewaannya. "Tadi banyak sekali warga beli tiket tapi tidak kebagian durian," katanya kepada wartawan, Kamis (2/7/2026). Ia menuding penyelenggara tidak becus mengelola acara yang berlangsung di Kebun Raya Massenrempulu pada Selasa (30/6). Menurutnya, panitia seharusnya mampu menyediakan stok durian dan karcis yang sepadan agar setiap pembeli mendapatkan haknya.
"Kecewa itu karena rugi karcis. Wajar kalau kami marah karena keluar ki tanpa bawa durian padahal ada mi karcis sudah dibeli," terangnya.
Permintaan Maaf Panitia
Pj Sekda Enrekang Zulkarnain mengakui tingginya animo masyarakat terhadap festival tersebut. Atas nama panitia, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal. "Iya, sangat tinggi animo masyarakat. Niat awal kami adalah memberikan pasar kepada petani durian di desa-desa, pedagang UMKM, dan pedagang durian agar memiliki ruang untuk mendapatkan pasar yang lebih luas," kata Zulkarnain.
Wakil Bupati Turun Tangan
Wakil Bupati Enrekang Andi Tenri Liwang La Tinro mengaku menerima langsung keluhan warga. Salah satu keluhan adalah warga yang meminta uang tiket dikembalikan namun petugas loket tidak berada di tempat. "Saat mereka kembali, saya langsung menelepon petugas dan alhamdulillah sudah selesai. Pas saya mau balik dari lokasi sudah tidak ada lagi warga yang saya lihat di loket," kata Andi Tenri kepada detikSulsel, Rabu (1/7/2026).
Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara acara serupa di masa mendatang untuk lebih matang dalam mempersiapkan stok dan jumlah tiket yang dijual, sehingga tidak mengecewakan pengunjung.



