Tempe, makanan berbahan dasar kedelai fermentasi, telah menjadi ikon kuliner Indonesia yang mendunia. Sejarah panjangnya mengakar dalam budaya Nusantara sejak ratusan tahun lalu.
Sejarah Tempe di Nusantara
Berdasarkan catatan sejarah yang dilansir dari Antara News pada Sabtu (18/7/2026), tempe sudah dikenal masyarakat Jawa sejak abad ke-16. Makanan ini terus berkembang dan menjadi salah satu sumber protein nabati utama di Indonesia. Proses fermentasi yang unik memberikan cita rasa khas dan nilai gizi tinggi.
Perkembangan Tempe di Dunia
Kini, tempe tidak hanya populer di Indonesia tetapi juga diproduksi di puluhan negara. Popularitasnya meningkat seiring dengan kesadaran global akan pola makan sehat dan berkelanjutan. Tempe dianggap sebagai alternatif protein nabati yang ramah lingkungan.
Usulan Warisan Budaya Tak Benda
Pemerintah Indonesia tengah mengusulkan tempe sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Langkah ini bertujuan untuk mengakui nilai historis dan kultural tempe, serta melindungi resep dan metode tradisional pembuatannya. Jika disetujui, tempe akan menjadi salah satu ikon budaya Indonesia yang diakui dunia.
Dengan sejarah yang kaya dan penerimaan global, tempe membuktikan bahwa makanan tradisional dapat bersaing di panggung internasional. Ke depannya, diharapkan tempe semakin dikenal dan dihargai sebagai bagian dari warisan kuliner dunia.



