Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada hari ini. Museum ini menjadi simbol perjuangan buruh Indonesia dan diresmikan langsung oleh kepala negara sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan buruh tersebut.
Peresmian Museum Ibu Marsinah
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyatakan bahwa Presiden Prabowo akan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB setelah Presiden tiba pukul 08.45 WIB. Sejumlah tokoh nasional dan internasional turut hadir, termasuk Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) Shoya Yoshida, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta pimpinan DPR, MPR, dan DPD RI.
Panen Raya Jagung Kuartal II
Selain meresmikan museum, Presiden Prabowo juga diagendakan menghadiri panen raya jagung kuartal II secara serentak di seluruh Polda dan Polres di Indonesia. Polri mendukung penuh program strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui Satgas Pangan Polri dan Satgas MBG Polri.
Museum Dibangun Tanpa APBN
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, selaku inisiator pembangunan museum, mengungkapkan bahwa museum dibangun secara mandiri oleh KSPSI tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menegaskan bahwa KSPSI memiliki manajerial dan keuangan organisasi yang independen. Museum ini dibangun sebagai bentuk kesadaran penuh karena Ibu Marsinah adalah anggota KSPSI.
Isi Museum Ibu Marsinah
Museum ini menampilkan berbagai artefak yang menggambarkan perjalanan hidup Marsinah, termasuk pakaian asli yang dikenakan sebelum meninggal, tas yang dibawa saat itu, serta kliping koran asli yang merekam peristiwa pembunuhan dan proses pengadilannya. Terdapat juga diorama kondisi buruh tahun 1990-an dan sejarah 13 orang yang dipaksa menandatangani surat pengunduran diri. Museum ini dibangun tepat di atas tempat ari-ari Marsinah ditanam, di samping rumah masa kecilnya.
Partisipasi Ribuan Buruh
Peresmian museum diperkirakan akan diikuti sekitar 7.000 buruh yang datang dari Surabaya, Nganjuk, Mojokerto, hingga Jombang. Museum ini akan dibuka untuk umum secara gratis tujuh hari setelah peresmian. Masyarakat dapat mengunjungi museum tanpa dipungut biaya.



