Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rangkaian Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta selama dua hari, 9-10 Mei, di kawasan H.R. Rasuna Said. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi warga, tetapi juga menyampaikan pesan penataan kota dan gerakan menjaga lingkungan.
Hiburan dan Sosialisasi Lingkungan
Pada hari pertama, kawasan H.R. Rasuna Said menjadi ruang hiburan warga dengan penampilan musisi dan kelompok seni. Nuansa budaya Betawi hingga musik modern ikut meramaikan kegiatan tersebut. Selain itu, Pemprov DKI memanfaatkan acara ini untuk menyosialisasikan gerakan pilah sampah yang mulai digencarkan di Jakarta. Gerakan ini menjadi salah satu pesan utama dalam menyambut Jakarta menuju usia lima abad.
Rasuna Said Jadi Simbol Jakarta Kota Global
Pemprov DKI Jakarta memilih kawasan H.R. Rasuna Said karena dinilai merepresentasikan wajah Jakarta sebagai kota global. Kawasan ini memiliki fungsi strategis sebagai pusat bisnis, diplomasi, dan ruang publik modern. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut penataan koridor H.R. Rasuna Said menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang lebih ramah pejalan kaki, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Koridor H.R. Rasuna Said merepresentasikan wajah baru Jakarta sebagai kota global. Penataan kawasan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang kota yang lebih terintegrasi, nyaman bagi pejalan kaki, dan mendukung mobilitas berkelanjutan," ujar Pramono.
Sejak April 2026, tiang-tiang beton monorel di sepanjang median Jalan Rasuna Said resmi menghilang. Pembongkaran yang dimulai sejak Januari 2026 itu telah rampung dan menyisakan ruang terbuka di tengah jalan. Ruang tersebut kini difungsikan kembali sebagai lajur lalu lintas tambahan, membuat kawasan Kuningan terlihat lebih luas, rapi, dan tertata.
Senam hingga Deklarasi Pilah Sampah
Pada hari kedua, rangkaian acara diawali dengan olahraga bersama berupa senam. Kegiatan kemudian berlanjut ke agenda seremonial yang diisi sambutan Gubernur DKI Jakarta, Menteri Lingkungan Hidup, dan Menko Pangan. Dalam agenda tersebut, dilakukan penyerahan dokumen Road Map menuju penghentian praktik open dumping di TPST Bantargebang. Dokumen itu diserahkan Gubernur DKI Jakarta kepada Menteri Lingkungan Hidup RI sebagai bagian dari target agar TPST Bantargebang hanya menerima residu mulai 1 Agustus 2026.
Acara juga diisi prosesi Deklarasi Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah oleh influencer lingkungan hidup yang dipimpin Jerhemy Owen. Setelah itu, seremoni Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta dilakukan dengan menaruh totem angka "9" ke angka "49" oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama para menteri.
Warga Diminta Pilah Sampah Jadi 4 Kategori
Salah satu pesan utama dalam pencanangan HUT ke-499 Jakarta adalah gerakan pilah sampah. Pemprov DKI Jakarta mulai mendorong warga memilah sampah menjadi empat kategori: organik, anorganik, B3, dan residu. Pramono mengatakan gerakan pilah sampah perlu dilakukan dengan serius agar persoalan sampah di Jakarta dapat diselesaikan secara bertahap.
"Maka hari ini sesuai dengan instruksi Gubernur, kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah. Saya meyakini dalam arahan dan juga kepemimpinan Bapak Menteri Lingkungan Hidup, mudah-mudahan persoalan pilah sampah ini bersama dengan Pak Menko Pangan, kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan serius menjadi gerakan baru bagi Jakarta untuk memilah sampah ini," kata Pramono.
Menko Pangan Zulkifli Hasan turut memberikan apresiasi terhadap gerakan pilah sampah yang dipelopori Pramono. Ia menilai pemilahan sampah menjadi salah satu persoalan utama yang harus ditangani dari sumbernya.
"Saya senang sekali, saya apresiasi memberikan penghormatan yang tinggi ini, karena dipelopori oleh Gubernur Jakarta yaitu Pilah Sampah. Itu problem pokok kita. Problem utama kita," ucap Menko.
KLH Dukung Gerakan Pilah Sampah Jakarta
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat juga mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong gerakan pilah sampah. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi tonggak penting dalam menjaga kebersihan dan kualitas hidup warga Jakarta.
"Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Jakarta dalam menjaga kebersihan dan kualitas hidup warganya. Memang, Jakarta harus paling depan dalam memberikan contoh. Setelah dilantik oleh Presiden, kami sekarang sedang mempersiapkan roadmap pengelolaan sampah agar dalam dua tahun persoalan ini selesai di seluruh Indonesia," ujar Jumhur.
Jumhur menyebut Jakarta menghasilkan sekitar 8 ribu ton sampah per hari. Sementara secara nasional, jumlah sampah mencapai sekitar 141 ribu ton per hari, dengan 75 persen di antaranya belum terolah dengan baik. Ia mengatakan gerakan pilah sampah perlu didukung fasilitas yang memadai. Ketika masyarakat mulai memilah sampah, pemerintah daerah juga harus memastikan sarana pengelolaan tersedia.
"Namun, ini penting bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Ketika masyarakat mau memilah sampah, kadang-kadang fasilitasnya belum tersedia di tempat-tempat pembuangan sampah. Karena itu, para bupati, gubernur, camat, hingga lurah harus memastikan gerakan pilah sampah bertemu dengan kebijakan penyediaan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, pemilahan sampah dapat berjalan secara sempurna," tutup Jumhur.
Hiburan dan Aktivasi untuk Warga
Selain agenda seremonial, pencanangan HUT ke-499 Jakarta juga diisi berbagai hiburan. Pada hari kedua, acara menghadirkan chit-chat bertema "Menuju 5 Abad", penampilan Lenong Betawi, hingga musik dari Ardhito Pramono. Rangkaian acara pada sesi sore hingga malam juga diramaikan penampilan musik lintas genre dari Orkes Trotoar, Kinder Garten, Defodio, Souljah, dan Pasming Based.
Sejumlah side event turut hadir untuk warga, seperti pendaftaran Kartu Layanan Gratis (KLG) Transjakarta bagi lansia, penyandang disabilitas, dan kategori khusus lainnya. Warga yang ingin mendaftar perlu menyiapkan e-KTP DKI, KK, dan pas foto. Ada pula photowall Rekam Jejak Jakarta, sebuah instalasi visual kolaboratif bersama media nasional dan Dispusip DKI Jakarta. Pameran ini menampilkan arsip headline berita dan foto ikonik yang merekam perjalanan Jakarta dari masa ke masa.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta membawa pesan bahwa perayaan HUT Jakarta bukan hanya soal hiburan. Momentum menuju lima abad juga menjadi ajakan untuk menata kota, menjaga lingkungan, dan memperkuat kolaborasi menuju Jakarta sebagai kota global.



