Kunjungan Bersejarah Presiden Belarus ke Indonesia
Sejumlah kepala negara menyambangi Presiden Prabowo Subianto di Indonesia dalam rangkaian kunjungan diplomatik yang menghasilkan berbagai perjanjian kerja sama strategis. Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko menjadi pemimpin negara pertama yang tiba, disusul Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Kunjungan ini merupakan balasan atas lawatan Prabowo ke negara-negara tersebut sebelumnya.
Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko tiba di Indonesia pada Rabu (1/7/2026) dan disambut oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam kunjungannya, Lukashenko menginap di Istana Negara, menjadikannya presiden negara sahabat pertama yang menginap di Istana Negara dalam sejarah modern. Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi hal tersebut dalam keterangan pers di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7/2026). "Di Istana Negara. Presiden yang pertama di Istana Negara," ujarnya. Biasanya, tamu kepala negara atau kepala pemerintahan sahabat menginap di Wisma Negara atau hotel bintang lima.
Momen Unik dan Kesepakatan dengan Belarus
Kunjungan Lukashenko merupakan balasan atas lawatan Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025, dan menjadi kunjungan kedua Lukashenko ke Indonesia setelah 2013. Momen unik terjadi saat pertemuan resmi ketika Lukashenko secara spontan memberikan pulpennya kepada Prabowo usai menandatangani buku tamu, yang sempat mengejutkan Prabowo.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Lukashenko menandatangani Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 atau peta jalan kerja sama bilateral. Prabowo menyatakan peta jalan itu menunjukkan komitmen bersama untuk kemitraan yang lebih terstruktur. Sektor kerja sama meliputi ketahanan pangan (pasokan pupuk dan alat pertanian), ekonomi (pengembangan industri, modernisasi pertanian, rantai pasok, transfer teknologi), perdagangan, industri (manufaktur, otomotif, kendaraan berat, agroindustri), serta sosial budaya (pendidikan dan pelatihan vokasi). Prabowo juga mengapresiasi Belarus yang telah meratifikasi Uni Ekonomi Eurasia, dan Indonesia sedang dalam proses ratifikasi serupa.
26 Kesepakatan dengan Singapura
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong tiba di Indonesia pada Minggu (5/7) dan disambut Menlu Sugiono. Pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo berlangsung keesokan harinya. Prabowo menyinggung hubungan kedua negara yang akan memasuki usia 60 tahun pada tahun depan dan berharap hubungan tetap langgeng.
Pertemuan tersebut menghasilkan 26 kesepakatan kerja sama konkret, terdiri dari 18 kesepakatan antarpemerintah dan 8 kesepakatan bisnis. Prabowo mengungkapkan, "Pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata di berbagai bidang; 18 kesepakatan kerja sama antarpemerintah (government-to-government) dan 8 kesepakatan bisnis (business-to-business). Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita." Kerja sama ekonomi menjadi pilar utama, termasuk implementasi perdagangan listrik lintas batas yang akan dilakukan oleh BPI Danantara. Kesepakatan lain mencakup energi, ekonomi digital, keamanan siber, ketahanan pangan, serta sektor pariwisata dan pendidikan pemuda.
Kunjungan PM India dan Penghargaan Bintang Adipurna
Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Jakarta pada Senin (6/7) dan menggelar pertemuan resmi dengan Presiden Prabowo di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Prosesi penyambutan kenegaraan berlangsung khidmat dengan kawalan pasukan berkuda dan pengawal bermotor. Kunjungan ini merupakan balasan atas lawatan Prabowo ke India pada Februari tahun lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyematkan tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM Modi atas dedikasinya mempererat hubungan bilateral. Pertemuan melahirkan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk perpanjangan perjanjian kerangka kerja antara BRIN Indonesia dan ISRO India mengenai eksplorasi antariksa untuk tujuan damai. Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Selain itu, Indonesia dan India mengumumkan 15 dokumen kerja sama lainnya di bidang pertahanan, energi, kesehatan, kebudayaan, dan teknologi.



