Pemprov DKI Gelar Pawai Ogoh-ogoh di Bundaran HI Jelang Nyepi
Pawai Ogoh-ogoh di Bundaran HI Jelang Nyepi

Pemprov DKI Gelar Pawai Ogoh-ogoh di Bundaran HI Jelang Nyepi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar pawai ogoh-ogoh di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, menjelang perayaan Hari Raya Nyepi. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada esok hari dan akan dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai bentuk dukungan terhadap keberagaman budaya di ibu kota.

Upaya Merawat Keberagaman Budaya dan Agama

Pramono Anung menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya merawat keberagaman budaya dan agama di Jakarta. Ia menyebut Jakarta sebagai kota yang multikultur dan multietnik, sehingga semua komunitas perlu diberi ruang untuk mengekspresikan tradisinya secara terbuka dan damai.

"Besok memang akan ada pawai ogoh-ogoh, dan mungkin juga baru pertama kali nanti di Bundaran HI akan dipasang penjor," kata Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 7 Maret 2026. Penjor adalah dekorasi tradisional Bali yang sering digunakan dalam perayaan keagamaan Hindu, menandakan inklusi budaya yang lebih luas dalam acara ini.

Dukungan Penuh dari Pimpinan Daerah

Gubernur Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta akan hadir dalam pawai ogoh-ogoh tersebut. Ia berharap acara ini dapat memperkuat semangat toleransi dan persatuan di antara warga Jakarta, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat hidup harmonis dalam kehidupan sehari-hari.

"Itulah menunjukkan bahwa Jakarta keberagaman menjadi hal yang keseharian kita. Karena memang Jakarta ini multikultur, multietnik, dan semuanya harus mendapatkan ruang, tempat untuk bisa mengekspresikan apa yang mereka yakini," ujarnya. Pernyataan ini menekankan komitmen Pemprov DKI dalam menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua latar belakang budaya dan keyakinan.

Makna Tradisi Ogoh-ogoh

Ogoh-ogoh merupakan salah satu tradisi penting yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Suci Nyepi, biasanya diselenggarakan pada malam sehari sebelum Nyepi. Tradisi ini identik dengan budaya Bali, tetapi juga digelar di berbagai wilayah lain yang memiliki komunitas Hindu, termasuk Jakarta, sebagai bentuk penghormatan terhadap keragaman agama.

Dengan diadakannya pawai ini, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya merayakan tradisi Hindu, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat untuk memahami dan menghargai perbedaan, sehingga dapat membangun kota yang lebih damai dan bersatu.