Muhammadiyah Dorong Pembenahan Program Makan Bergizi Gratis
Muhammadiyah Dorong Pembenahan Program MBG

Jakarta - Muhammadiyah mendorong pembenahan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), organisasi ini menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menjadi mitra strategis pelaksanaan program MBG secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Kritik dan Masukan Jadi Momentum Pembenahan

Muhammadiyah menilai bahwa belakangan ini program MBG mendapat kritik tajam dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pembenahan menyeluruh mutlak dilakukan agar program strategis ini tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.

Direktur BPPGM M. Nurul Yamin dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (18/6) menyatakan, "Program MBG merupakan bagian dari ikhtiar strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, yang merupakan fondasi penting bagi lahirnya generasi bangsa yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing. Tata kelola yang baik dan akuntabel menjadi kunci agar tujuan mulia program ini dapat tercapai secara optimal."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jaringan Luas AUM untuk Sukseskan MBG

Dengan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang luas di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, Muhammadiyah memiliki kapasitas dan pengalaman memadai untuk turut menyukseskan program strategis nasional tersebut. "Partisipasi ini juga didasarkan pada penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kemaslahatan umat sebagai bagian penting dari gerakan dakwah," jelas Nurul Yamin.

MBG Sebagai Investasi Jangka Panjang

Nurul Yamin menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak melihat MBG semata sebagai program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. "Pemenuhan gizi merupakan prasyarat mutlak dalam menyiapkan generasi yang kuat dan berdaya saing. Tanpa asupan gizi yang memadai, berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia akan menghadapi tantangan besar," ujarnya.

Menurutnya, program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan.

Tiga Pilar Utama Pengelolaan MBG

Nurul Yamin menekankan tiga pilar utama yang wajib menjadi standar dalam pengelolaan MBG Muhammadiyah. Pertama, keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman dikonsumsi. Kedua, tata kelola yang amanah dan profesional. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas sistem yang dibangun. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pengelola, pengawasan berkala, dan transparansi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan program.

"Dengan semangat dakwah berkemajuan, Muhammadiyah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi sarana menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pembangunan generasi Indonesia yang unggul di masa depan," pungkas Nurul Yamin.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga