Geger Penemuan Mayat Pria Terikat Kawat di Taman Pramuka Tangerang
Mayat Pria Terikat Kawat di Taman Pramuka Tangerang

Penemuan Mayat Pria Terikat Kawat di Taman Pramuka Tangerang

Warga Kota Tangerang digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di taman yang terletak di pinggir Jalan Daan Mogot. Korban ditemukan dalam kondisi terikat kawat pada lehernya.

"Mayat seorang laki-laki yang tergantung dengan kawat kurang lebih 3 meter, yang terikat pada leher korban dengan posisi menggantung dan diikat pada tiang pagar pembatas," ujar Kasie Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Prapto Lasono, dalam keterangannya pada Kamis (18/6/2026).

Korban pertama kali ditemukan pada Rabu sore, 17 Juni 2026, tepatnya di Taman Pramuka, Jalan Raya Daan Mogot, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Jasad korban ditemukan setelah saksi mencium bau busuk yang menyengat dari sekitar lokasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Penemuan Mayat

Menurut keterangan saksi, Kaswan dan Kasudin, yang merupakan pemilik warung nasi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), mereka mencium aroma tidak sedap yang berasal dari Taman Pramuka. Kedua saksi kemudian mencari sumber bau tersebut dan terkejut saat menemukan mayat yang tergantung di tiang pagar pembatas.

Penemuan mayat pada pukul 16.45 WIB itu segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi jenazah dan olah TKP.

"Penyebab kematian masih diselidiki," kata Prapto.

Identitas Korban dan Barang Bukti

Korban diketahui seorang laki-laki berinisial S (75), warga Cikokol, Kecamatan Tangerang. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan autopsi.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang-barang milik korban, antara lain satu unit ponsel, dompet berisi KTP dan kartu BPJS, serta uang tunai sebesar Rp54 ribu. Polisi juga mengamankan tali kawat dengan panjang sekitar 3 meter yang digunakan untuk mengikat korban.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga