Pimpinan MPR RI menindaklanjuti sorotan publik terkait penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat. Sebagai respons, MPR menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) yang dilanjutkan dengan Rapat Gabungan (Ragab) bersama pimpinan fraksi, kelompok DPD, dan pimpinan alat kelengkapan MPR.
Hasil Rapat Tindak Lanjut Polemik LCC Kalbar
Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman dalam keterangan tertulis pada Selasa (19/5/2026) menyampaikan bahwa rapat telah menghasilkan beberapa poin keputusan berdasarkan aspirasi yang disampaikan melalui media massa, termasuk dari SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas.
Menurut Akbar, dalam beberapa hari terakhir pimpinan MPR telah menyerap berbagai aspirasi dan keresahan publik. Berikut poin-poin kesimpulan hasil rapat:
1. Evaluasi Menyeluruh LCC Empat Pilar
MPR melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar. Rencana evaluasi ini telah disampaikan kepada pimpinan MPR melalui fraksi-fraksi yang ada.
2. Penyesuaian Fokus Juri dan Lokasi
Ke depan, dewan juri akan difokuskan pada ahli hukum tata negara di masing-masing daerah serta melibatkan pihak kampus. Kegiatan LCC akan difokuskan di lingkungan universitas agar suasananya lebih sesuai dan akademis.
3. Komitmen terhadap Sportivitas dan Independensi
MPR menegaskan komitmen terhadap sportivitas dan independensi pelaksanaan kegiatan LCC.
Langkah Lanjutan: Kunjungan ke Pontianak dan Penunjukan Duta LCC
Akbar juga menyebutkan bahwa pimpinan Badan Sosialisasi bersama Kesekjenan MPR RI akan segera bertolak ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk menemui SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas guna menyampaikan hasil keputusan resmi Rapim dan Ragab.
Selain itu, MPR berencana mengusulkan Adik Josepha Alexandra (Ocha) sebagai Duta LCC. Perwakilan Kesekjenan akan menyampaikan tawaran tersebut secara langsung.
Pertemuan dengan SMA Negeri 1 Pontianak
Sebelumnya, Kesekjenan MPR RI telah menerima rombongan dari SMA Negeri 1 Pontianak pada Kamis (14/5). Dalam pertemuan itu, diterima surat resmi berisi pernyataan sikap dari pihak sekolah yang menyatakan dukungan penuh kepada SMA Negeri 1 Sambas. Surat tersebut dibuat tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun.
Dalam surat bernomor 400.3.11398-SMAN 1.01 Pontianak yang ditujukan kepada Ketua MPR RI, terdapat delapan poin pernyataan, antara lain:
- SMA Negeri 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya menyerang atau menjatuhkan kredibilitas lembaga penyelenggara lomba maupun individu tertentu.
- Sejak awal, SMA Negeri 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.
- SMA Negeri 1 Pontianak menghormati hasil lomba dan memberikan dukungan kepada SMA Negeri 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional tahun 2026.
- SMA Negeri 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba cerdas cermat yang diulang, sebagaimana informasi yang sempat disampaikan oleh MPR RI.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Akbar menyampaikan apresiasi kepada publik dan media atas perhatian yang diberikan terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI. Menurutnya, perhatian yang besar ini menggambarkan bahwa kegiatan LCC Empat Pilar MPR sangat positif, terutama dalam rangka mensosialisasikan Empat Pilar MPR di kalangan Gen Z dan Gen Alpha.
Di akhir pernyataannya, Akbar menyampaikan permohonan maaf serta berharap dukungan masyarakat agar pelaksanaan LCC ke depan dapat berjalan lebih baik.



