Menbud Fadli Zon Tinjau Museum Song Terus, Pacitan, Dorong Pengembangan Pusat Kebudayaan
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan peninjauan ke Museum Song Terus yang berlokasi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Museum ini berfungsi sebagai pusat informasi prasejarah yang memamerkan berbagai temuan arkeologi dari kawasan Goa Song Terus, merekam jejak kehidupan manusia purba di wilayah selatan Pulau Jawa.
Pentingnya Narasi Utuh Peradaban Manusia
Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menekankan urgensi pengembangan Museum Song Terus sebagai pusat edukasi dan kebudayaan yang mampu menyajikan narasi utuh perjalanan peradaban manusia di Nusantara. Ia menjelaskan bahwa kawasan Song Terus menyimpan bukti penting kesinambungan kehidupan manusia, dengan temuan budaya yang diperkirakan berusia hingga 300.000 tahun, serta temuan manusia prasejarah seperti Mbah Sayem yang berusia sekitar 8.500 tahun.
"Di museum ini kita bisa menyaksikan satu rangkaian perjalanan peradaban manusia di Pacitan, dari awal hingga manusia modern seperti sekarang," ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Sejarah Penelitian dan Edukasi Publik
Penelitian di kawasan ini telah berlangsung sejak lama dan melibatkan berbagai peneliti, mulai dari masa kolonial seperti Von Koenigswald hingga arkeolog Indonesia, termasuk R.P. Suyono. Seluruh hasil penelitian tersebut kini dihadirkan kepada publik melalui Museum Song Terus dalam bentuk narasi edukatif yang mudah dipahami.
Fadli Zon juga menilai bahwa penguatan fungsi museum perlu terus dilakukan melalui penyediaan fasilitas yang mendukung pengalaman belajar masyarakat, seperti:
- Auditorium untuk kegiatan seminar dan diskusi
- Pemutaran film 3D untuk visualisasi sejarah
- Ruang pertunjukan seni budaya untuk aktivitas kreatif
"Ini bukan hanya tempat penyimpanan artefak, tetapi juga pusat edukasi dan literasi budaya yang sangat penting," tambahnya.
Komitmen untuk Pengembangan Berkelanjutan
Menutup kunjungannya, Fadli Zon menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan Museum Song Terus sebagai pusat edukasi dan kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia berharap museum ini dapat menjadi salah satu kantong budaya yang aktif, tidak hanya dalam pelestarian, tetapi juga dalam pemanfaatan warisan budaya sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat luas.
Sebagai informasi, Museum Song Terus dibangun untuk mengangkat hasil penelitian arkeologi di kawasan karst Pacitan yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Situs ini dikenal sebagai salah satu lokasi penting dalam kajian prasejarah di Indonesia, dengan temuan berupa:
- Alat batu dari masa prasejarah
- Sisa fauna yang menunjukkan lingkungan purba
- Bukti aktivitas manusia yang mengindikasikan keberlanjutan hunian dalam jangka waktu panjang
Kawasan ini juga merupakan bagian dari bentang alam karst Gunung Sewu yang memiliki nilai penting secara ilmiah dan budaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji; Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara.



